Kecewa, Kery Istirahat Berpartai – Berita Kota Kendari
Feature

Kecewa, Kery Istirahat Berpartai

ok ft ficer keryKetua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Konawe, Kery Saiful Konggoasa tampak kecewa dengan keputusan DPP PAN Sultra yang menempatkan Umar Samiun dan Adriatma Dwi Putra sebagai Ketua dan Sekretaris DPW PAN Sultra yang baru. Dia pun menyatakan ingin istirahat dari aktivitas kepartaian.

Irman
Konawe

“Saya mau istrahat dulu sampai DPP menjelaskan seperti apa mekanisme yang dijalankan sehingga bisa menunjuk Umar Samiun dan ADP,” kata Kery yang juga Bupati Konawe ini.
Kery membeberkan, sebelumnya sudah ada kesepakatan dari DPP PAN dan sejumlah formatur bahwa dirinyalah yang bakal menjadi Ketua DPW PAN Sultra. Namun kesepakatan itu ternyata dimentahkan dan hasil akhir yang keluar adalah Umar Samiun serta ADP.
Menurut Kery, penunjukkan dua figur tersebut sudah tidak konstitusional karena diambil tanpa sepengetahuan para formatur, terutama Nur Alam. Dia pun mengaku sangat kecewa karena DPP PAN dianggap tidak menghargai usaha mereka yang sudah susah payah membesarkan PAN di Sultra dalam 18 tahun terakhir.
Kery juga menyinggung soal pemilihan Ketua DPP PAN beberapa waktu lalu. “Saya sempat tidak baku bicara sama Pak Gubernur (Nur Alam) karena  mendukung Zulkifli Hasan di Munas Bali yang lalu. Tapi ini tidak dihargai oleh Ketua dan Sekjen saat ini,” papar perintis DPD PAN Konawe ini.
Ia mengatakan, keputusannya untuk beristirahat dari aktivitas kepartaian sudah dia disampaikannya kepada DPP dan Nur Alam. Dan kedua pihak ini masih terus membujuknya untuk tetap tenang dan berfikir jernih, seraya mengajaknya untuk berdialog kembali.
“Saya sudah ditelepon oleh pak Ketua dan Sekjen untuk datang ke Jakarta untuk membicarakan baik-baik permasalahan ini. Dan Saya akan datang. Kalau penjelasannya tidak masuk akal, maka saya keluar saja dari PAN,” jelasnya.
Kery mengaku akan ke Jakarta pada 27 Mei untuk menghadiri Raker. “Tidak tahu apakah ini Raker terakhir untuk saya. Saya dibesarkan oleh PAN secara sempurna. Dan saya akan keluar juga dengan cara terhormat dengan hati yang besar,” katanya.
Lebih jauh lagi, Kery memastikan masa depan PAN di Sultra tidak akan sama lagi dengan sebelumnya, yakni ketika PAN dipersatukan oleh Nur Alam. Dengan komposisi kepemimpinan saat ini, dia menjamin akan tercipta konflik di internal PAN.
Bagaimana dengan masa depannya sendiri, Kery tidak ambil pusing. Menurutnya, jika memang harus tidak di PAN lagi, dia yakin masih ada partai yang akan menerimanya.
“Golkar di Konawe pendirinya salah satunya ayah saya. Dan PDIP juga salah satu pembesar di Konawe juga saya. Jadi partai-partai ini welcome saja,” tuturnya.
Kery mengakui masih ingin menjabat lagi sebagai Bupati Konawe. Namun ke depannya, dia menganggap tidak perlu lagi memburu partai besar seperti PAN. Kecuali bagi mereka yang belum duduk menjadi bupati.
Menjadi seorang incumbent, sudah menjadi modal besar untuk popularitas, aksepbilitas dan elektabilitas. “Partai itu hanya sebuah kendaraan. Jadi banyak kendaraan yang bisa saya gunakan,” katanya percaya diri. (cr4/b/aha)

Click to comment
To Top