Jaksa Terima Berkas Tiga Tersangka dari Polisi – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa Terima Berkas Tiga Tersangka dari Polisi

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melimpahkan berkas tiga tersangka kasus dugaan gratifikasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori Satu (K-1) dan K-2 Kabupaten Bombana 2013.
Tiga tersangka itu adalah anak dan istri terpidana mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bombana Muh Ridwan, yakni Febrianti (anak Muh Ridwan) dan Samsuriati (istri Muh Ridwan), serta seorang Kepala Bidang (Kabid) di BKD Bombana, Dr Arman.
Pengiriman berita acara pemeriksaan (BAP) tiga tersangka ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, bagi tersangka Dr Arman baru pertama kalinya. Sementara untuk Febrianti dan Samsuriati merupakan kedua kalinya.
“Berkasnya Dr Arman kita baru kirim ini hari (kemarin, red), sedang BAP anak dan istri Muh Ridwan (Febrianti dan Samsuriati, red) kita kirim pekan lalu,” terang Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Selasa (24/5).
Dolfi menambahkan, BAP Febrianti dan Samsuriati sebelumnya dinyatakan belum lengkap atau P-19 oleh jaksa penuntut umum (JPU), sehingga dikembalikan ke penyidik. Dan, serelah melengkapi petunjuk jaksa berkasnya kemudian dikirim kembali.
Di tempat terpisah Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau Hendra SH, melalui salah seorang penyidiknya, Ansiga mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan berkas tiga tersangka tersebut.
“Berkas Febrianti dan Samsuriati sudah ada. Kalau untuk BAP Dr Arman, kami baru terima surat pemberitahuan dari pihak polda untuk melimpahkan berkas tersangka,” ungkapnya.
Sementara itu kuasa hukum Febrianti dan Samsuriati, Syahiruddin Latif mengatakan, dirinya belum mengetahui informasi bahwa berkas kliennya telah dilimpahkan ke kejati.
“Sampai hari ini (kemarin, red) saya belum mengetahui kalau besok itu berkas klien saya akan dilimpahkan. Yang saya ketahui berkasnya itu masih ada pada penyidik polda,” ujar Syahiruddin, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
Diungkapkan, hingga kini dirinya masih berstatus sebagai kuasa hukum dua tersangka anak dan istri Muh Ridwan.
“Masih saya kok penasihat hukumnya, karena sampai sekarang belum ada pencabutan surat kuasa,” akunya.
Diketahui, dalam kasus ini polisi pertama kali menetapkan Muh Ridwan sebagai tersangka dan selanjutnya penyidik kembali mengumumkan dua tersangka baru yang ternyata merupakan keluarga dekat Ridwan. Lalu, disusul dengan tersangka lain, yakni Dr Arman.
Dalam kasus gratifikasi ini terkuak, para tersangka berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 12 miliar dari seluruh CPNS K-1 dan K-2 Bombana 2013. (kas-p5/kas)

Click to comment
To Top