Aktualita

Belum Bayar PBB, Janda Miskin Tidak Dilayani Kelurahan Sea

KOLAKA, BKK– Lantaran belum membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), seorang janda miskin bernama Irmawati yang bermaksud mengurus keterangan kurang mampu untuk anaknya, tidak dilayani oleh pihak Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga, Selasa (24/5). Padahal keterangan tersebut diperlukan sebagai syarat untuk bea siswa sang anak yang lulus di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Kejadian yang menimpa Irmawati ini pun mendapat kecaman dari Direktur LSM Lingkar Demokrasi Rakyat, Sultra Herman Syahruddin. Secara khusus, kecaman itu ditujukan kepada Sekretaris Kelurahan Sea, Sukri.
“Aneh pernyataan saudara Sukri yang mengatakan tidak memberikan surat keterangan tidak mampu karena belum bayar PBB, sebab rutinnya tidak akan dibayarkan. Apakah memang kalau ibu ini tidak bayar PBB, rutin kelurahan tidak keluar?,” tanyanya.
Menurut Ketua forum LSM Kolaka ini, tindakan aparat Kelurahan Sea itu tidak sejalan dengan instruksi Bupati yang memerintahkan supaya jangan mempersulit masyarakat untuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Itu juga menjadi poin pertama dari 9 program prioritas bupati. Dengan kejadian ini, bertanda Seklur Sea melawan intruksi dari Bupati Kolaka.
“Pejabat seperti ini yang tidak pantas ditempatkan di lini depan, sebab tidak paham apa yang menjadi keinginan Bupati. Coba bayangkan, dengan cara menghalangi masyarakat untuk mengambil keterangan kurang mampu, berarti menghentikan langkah anak cerdas dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan. Ini harus menjadi perhatian Bupati,” tegas Herman.
Lurah Sea, Mudering tidak memberikan jawaban atas tindakan bawahannya. Telepon genggamnya tidak bisa dihubungi.
Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol, Amri Jamaluddin menjelaskan, untuk kasus yang dialami Irmawati, seharusnya aparat kelurahan tidak perlu memberatkan. “Harusnya yang berkaitan pendidikan dan kesehatan itu bisa dibijaksanai dan dicarikan solusi, misalnya tetap diberikan surat keterangan sambil meminta tolong supaya segera melunasi PBB nya. Janganlah terlalu kaku,” kata Amri. (cr3/d/aha)

To Top