Mantan Cakades Laporkan Kades Terpilih – Berita Kota Kendari
Aktualita

Mantan Cakades Laporkan Kades Terpilih

ANDOOLO, BKK– Satu lagi konflik kembali mewarnai Pemilihan Kepala Desa. Kali ini, mantan Calon Kades Leleka’a, Kecamatan Wolasi, Asrah mempersoalkan Kades terpilih, Jabidin, yang dituduhnya telah memalsukan identitas di dokumennya.

Menurut Asrah, nama di ijazah asli berbeda dengan ijazah yang diserahkan Jabidin kepada Panitia Seleksi (Pansel) Calon Kepala Desa. “Ijazah SD dan SMP aslinya itu atas nama Bidu. Tetapi waktu pendaftaran Cakades, nama di ijazahnya berubah menjadi Jabidin. Dia mengikuti identitas KTP-nya,” kata Asrah.
Asrah mengaku telah melaporkan tidak sesuainya nama antara KTP dan ijazah tersebut kepada Pansel dan Panitia Pengawas Kecamatan Wolasi. Namun hingga hari Pelaksaanaan Pilkades, Pansel tetap meloloskan Jabidin alias Bidu sebagai Cakades.
“Waktu saya dan Panitia Pengawas Kecamatan Wolasi meneruskan laporan ke Kabupaten, pihak BPMD Bagian Penerima Berkas Cakades melalui bapak Zulkifli, dikatakan tidak bersyarat sehingga berkasnya dikembalikan. Tetapi pada saat tiba tahapan penetapan calon, dia tetap diloloskan. Ini ada apa?,” tanyanya.
Hal yang sama dilakukan mantan Cakades Leleka’a lainnya, Sultan. Sultan bahkan sampai melaporkan Jabidin ke Polsek Wolasi atas tindakan pemalsuan identitas ijazah. “Hari minggu dilaksanakan Pilkades di Leleka’a, dan Senin pagi saya langsung melapor di Polsek Wolasi atas pemalsuan itu,” tambahnya.
Sementara Jabidin alias Bidu belum memberikan klarifikasi. Ponselnya yang dihubungi tidak aktif. Begitu juga dengan Ketua Pansel Cakades Leleka’a, Markoni, ponsel miliknya saat dihubungi tidak aktif.
Di tempat terpisah, Kepala BPMD Konsel, Saifullah SE saat dikonfirmasi mengaku laporan tersebut masih harus diselidiki lebih dahulu. Namun jika memang itu penipuan, maka itu sangat disesalkan.
“Kalau itu benar terjadi, seharusnya panitia seleksi tidak boleh meloloskan Cakades yang dimaksud, Tapi kita harus tahu dulu dari mana sumber informasinya. Jangan sampai itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” tutupnya. (k8/d/aha)

To Top