Komisi I Batalkan Hearing PT Pelita Indah – Berita Kota Kendari
Beranda

Komisi I Batalkan Hearing PT Pelita Indah

Suasana hearing bersama pihak PT Pelita Indah dan Disnakertransos, Senin (23/05). (Foto:Rull/BKK)

Suasana hearing bersama pihak PT Pelita Indah dan Disnakertransos, Senin (23/05). (Foto:Rull/BKK)

KENDARI, BKK –  Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, terpaksa harus membatalkan dengar pendapat (hearing) dengan PT Pelita Indah dan Dinas Tenaga Kerja Taransmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Kendari, yang dilakukan di ruang paripurna DPRD, Senin (23/5).

Pasalnya, keluhan tenaga kerja PT Pelita Indah terkait pemecatan sepihak yang dilakukan pihak perusahaan terhadap karyawan tidak berdasarkan bukti melainkan hanya argumen.
“Kita terpaksa harus membatalkan hering tersebut karena tidak ada bukti,” ujar Anggota Komisi I, Yasin Idrus ditemui usai hearing.
Ia melanjutkan, selain tidak adanya bukti, persoalan pemcetan sepihat tersebut ternyata juga telah diselesaikan sebelumnya oleh Disnakertransos. Untuk itu komisi I meminta kepada pihak karyawan yang merasa dirugikan untuk lebih bijak dalam melaporkan masalah.
“Kita akan tetap terima setiap persoalan, namun setiap persoalan yang dibawa ke kita mestinya harus berdasarkan bukti bukan hanya katanya atau mungkin,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertransos Kota Kendari, La Ode Darmasyah mengaku pernah memediasi persoalan ini dengan mempertemukan karyawan dengan pimpinan perusahaan. Saat itu, tuntutan pihak karyawan adalah pemecatan sepihak dan adanya pengupahan yang tidak sesuai dengan UMK.
“Kami sudah menyelasikan masalah ini, dan para karyawan yang dipecat sudah menerima keputusan tersebut dengan diberikannya pesangon,” tambahnya.
Ia juga menegaskan, masalah diskriminasi tenaga kerja lokal memang masih kerap terajdi, namun bukan berarti sebagai tenaga kerja harus menacari kesalahan perusahaan. Harusnya antara karyawan dan pimpinan perusahaan bisa menjalin hubungan baik sehingga perusahaan itu juga bisa berkembang.
“Kalau karyawan dan pimpinan perusahaan terjalin hubungan yang harmonis maka saya yakin tidak lagi akan ada diskriminasi, dan itu sangat kami harapkan,” pungkasnya. (m2/c/jie)

To Top