Isu Sukuisme Merebak di Pilwali Kendari – Berita Kota Kendari
Suksesi

Isu Sukuisme Merebak di Pilwali Kendari

Salah satu balon memasang alat peraganya mengangkat isu komunal. (pandi/BKK)

Salah satu balon memasang alat peraganya mengangkat isu komunal. (pandi/BKK)

KENDARI, BKK – Isu sukuisme dalam perhelatan demokrasi selalu menjadi senjata dalam menggalang suara komunal. Salah satunya, terjadi di Kota Kendari.

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017, baliho bernada ajakan untuk sukuisme bertebaran di mana-mana. Salah satu bakal calon (balon) yang mengangkat isu ini adalah Syahlan S Saranani.

Di beberapa alat peraga kampanye (APK) yang dipasangnya, ia mengajak salah satu suku untuk bersatu memilih komunalnya pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari.

Adanya isu komunal ini, tidak semua warga kota tertarik. Ahmad salah satu warga Kota Kendari mengaku, isu sukuisme tidak pantas lagi berlaku di kota yang berkembang ini. Menurutnya, hal ini bisa memecah dan menimbulkan gesekan.

“Kota Kendari ini sangat beragam masyarakatnya. Semua yang tercatat sebagai warga, berhak menduduki jabatan tertentu. Bukan dilihat dari mana asalnya,” kata Rahmat kepada Berita Kota Kendari, Senin (23/5).

Sama halnya dengan Rahmat, Andi salah satu warga Kambu menilai, masyarakat sudah cerdas memilih pemimpinnya. Sukuisme, kata dia, tidak perlu digembar-gemborkan untuk meraup suara.

“Kita jangan mencap bahwa suku ini baik atau tidak. Persoalan individu adalah karakter masing-masing. Jadi, individu itu adalah cerminan diri masing-masing bukan sebuah kelompok atau suku,” paparnya.

Isu sukuisem di Pilwali Kendari bukan kali ini saja terjadi. Lima tahun lalu, isu seperti ini juga ada. Selalunya, yang diangkat adalah kelompok pendatang dan pribumi.

“Sekarang adalah era demokrasi. Tidak ada pribumi dan pendatang selama ingin membangun kota. Nah, tergantung visi misinya dan komitmennya seperti apa. Terlebih, ada penilaian tersendiri dari masyarakat dalam memilih pemimpinnya nanti,” tutur Usman. (pas)

Click to comment
To Top