Disperindagkop Diminta Pantau Pasar – Berita Kota Kendari
Beranda

Disperindagkop Diminta Pantau Pasar

KENDARI, BKK –  Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Kendari untuk segera melakukan pemantauan harga sembilan bahan pokok (sembako) di semua pasar di Kota Kendari.
Pasalnya, banyak pedagang yang memanfaatkan momen hari raya untuk mengambil keuntungan sendiri, sehingga merugikan konsumen. Apalagi saat ini sudah banyak dari harga sembako yang telah mengalami kenaikan harga.
“Kami akan berkoordinasai dengan Disperindag untuk melakukan pengawasan terhadap kenaikan harga sembako menjelang hari raya Idulfitri,” ujar Ketua Komisi II Subhan ST ditemui di ruangannya, Senin (23/5).
Ia melanjutkan, selain melakukan pemantauan harga di pasar dalam bentuk inspeksi dadakan (sidak) yang bekerja sama dengan Disperindagkop, komisi II juga akan meminta Disperindagkop untuk melakukan pengecekan stok sembako, sehingga kelangkaan dapat diantisipasi.
“Kami akan minta Disperindagkop untuk melakukan pengecekan stok, supaya kita bisa tahu langkah apa yang bisa diambil untuk mengantispasi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Disperindagkop Kota Kendari, Syam Alam yang dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, pengawasan kenaikan harga dan stok sembako merupakan kegiatan rutin Disperindagkop setiap menjelang hari raya. Dimana saat ini pihaknya telah melakukan kerja-kerja tersebut.
“Sejauh ini kami telah melakukan pemantauan di beberapa pasar dan masih akan terus berlanjut. Kemungkinan jika terus terjadi keniakan harga maka kami akan membuka pasar murah seperti sebelumnya,” jelas Syam Alam.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Tenggara (Sultra) Saninu Kasim ditemui terpisah menuturkan, DPRD dan Disperindagkop mesti jeli dalam melakukan pengawasan, sebab banyak dari pedagang besar yang melakukan penimbunan barang sehingga memicu kenaikan harga.
“Dalam pengawasan nanti, DPRD dan Disperindagkop harus fokus juga pada pedagang besar atau pihak distributor barang, karena biasanya mereka melakukan penimbunan barang sehingga merugikan konsumen,” pungkasnya. (m2/b/jie)

Click to comment
To Top