711 Mahasiswa FIB Ikut Pendidikan Karakter – Berita Kota Kendari
Pendidikan

711 Mahasiswa FIB Ikut Pendidikan Karakter

Kendari, BKK – Sebanyak 711 Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mengikuti pendidikan karakter tingkat Fakultas yang berlangsung di dedung FIB, Senin (23/5).
Sebelumnya, kegiatan ini sudah dibuka pada April lalu oleh Dirjen Lembaga Kemahasiswaan dengan tema melalui pendidikan karakter kita ciptakan manusia yang berkepribadian mandiri, berbudaya dan tangguh dalam mendungkung nawacita.
Seluruh peserta berasal dari lima jurusan yakni Jurusan Atropologi, Sastra Inggris, Sastra Indonesia, Arkeologi, Sejarah dan Tradisi Lisan angkatan 2015.
Pembantu Dekan (PD) III FIB Basrin Melambai mengatakan, pendidikan karakter yang dilakukan di FIB dalam rangka menciptakan mahasiswa yang beretika, berbudaya, dan memiliki kepribadian yang tangguh.
“Materi yang diberikan kepada peserta pendidikan karakter tentang terorisme. Tujuannya, mahasiswa tidak ikut dan bergabung dalam jaringan terorisme karena itu sudah menjadi isu global terutama di Indonesia yang menjadi ancaman secara bersama yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya kita bangsa maupun agama,” ungkap Basrin, Senin (23/5).
Basrin melanjutkan, peserta pendidikan karakter juga diberikan materi tentang wawasan kebangsaan dengan harapan mahasiswa bisa lebih membentuk karakter nasional building agar mereka bisa mencintai fakultasnya terutama negaranya.
“Di samping itu, kami memberikan materi kepada peserta tentang bahaya narkoba. Sebab, narkoba merupakan ancaman bagi kita semua. Kemudian, ada materi yang kita isi tentang pendidikan dan etika,” paparnya.
Untuk meningkatkan kebersamaan mahasiswa, sebut Basrin, mahasiswa dibekali tentang etika, memiliki tanggung jawab moral sebagai ilmuwan, berbudaya dengan melibatkan unsur-unsur stakeholder yang ada di FIB.
Yang menjadi pemateri dalam pendidikan karakter ini adalah selain pimpinan fakultas juga para pengurus lembaga yaitu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
“Tujuan kegiatan ini, untuk melahirkan mahasiswa yang mencintai penciptanya, mencintai negara, mencintai bangsanya, mencintai daerahnya serta kami harapkan mahasiswa bisa mencintai kampusnya. Yang paling penting, mahasiswa bisa memiliki nilai budaya yang bisa dikembangkan keilmuwannya,” urainya.
Pendidikan karakter, sebut dia, wajib diikuti oleh mahasiswa karena merupakan program nasional serta program universitas. Selain itu, sertifikat pendidikan karakter akan digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan beasiswa dan bisa saja sertifikat akan digunakan untuk menawar mata kuliah yang akan diprogramkan.
“Bagi mahasiswa yang tidak mengikuti pendidikan karakter ini tidak mendapatkan sertifikat ditingkat fakultas kemudian mahasiswa yang sudah mengikuti pendidikan karakter ini akan direkrut untuk menjadi pengurus lembaga kampus. Setiap mahasiswa yang mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua BEM dan DPM harus melampirkan sertifikat pendidikan karakter baik universitas maupun fakultas,” pungkasnya. (m3/c/pas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top