Meski Dapat Sorotan, Pansus DJL Diperpanjang 1 Bulan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Meski Dapat Sorotan, Pansus DJL Diperpanjang 1 Bulan

Rapat paripurna terkait hasil pansus PT DJL, dengan keputusan perpanjangan waktu satu bulan. (Foto: Armin/BKK)

Rapat paripurna terkait hasil pansus PT DJL, dengan keputusan perpanjangan waktu satu bulan. (Foto: Armin/BKK)

Bekerja 1,3 Tahun Belum Ada Kesimpulan

KOLAKA, BKK – Meski mendapat sorotan dari anggota DPRD Kolaka atas kinerja Panitia Khusus (Pansus) perusahaan sawit PT Damai Jaya Lestari (DJL), namun Ketua DPRD Kolaka tetap memperpanjang kerja Pansus PT DJL satu bulan kedepan.

“Kita perpanjang masa waktu Pansus selama satu bulan,” kata Ketua DPRD Kolaka, Parmin Dasir, pada rapat pembahasan pansus PT DJL, Jumat (20/5).

Pada rapat itu, Politikus Partai Golkar Bakri Mendong mengkritisi tugas Pansus sudah cukup lama yakni 1,3 tahun. Selama ini tidak pernah ada Pansus hingga satu tahun. Seharusnya Pansus mencari akar permasalahan di balik arogansi PT DJL, jangan sampai ada kongkalingkong.

Begitupun politikus PKPI Musdalim Zakkir mengungkap ketidakkompakan anggota Pansus yang berjumlah 16 orang menjadi penyebab tidak maksimalnya kinerja Pansus. Dia menyoroti Pansus yang selalu meminta penambahan waktu tapi hasil tidak ada. Lebih baik Pansus ini dibubarkan‎, apalagi ini sudah menjadi sorotan masyarakat.

“Kenapa hanya minta satu bulan, sementara sebelumnya sudah pernah dilakukan penambahan waktu, kalau belum yakin jangan minta satu bulan. Kenapa tidak minta sekalian 3 bulan?, ada jaminan tidak satu bulan bisa selesai,” tegas Musdalim.

Mendapat sorotan tajam, Anggota Pansus dari Partai Amanat Nasional (PAN) Muh Ajib Madjid yang baru, bergabung dengan Pansus selama dua bulan merasa tersinggung, sekaligus menegaskan kalau dirinya menggaransi satu bulan tugas mereka selesai. Bahkan sesumbar mengatakan seminggu pun Pansus sudah bisa menyelesaikan tugasnya.

Sebelumnya, Ketua Pansus yang juga polikus Demokrat, Rusman, melaporkan kendala yang menyebabkan Pansus belum mengeluarkan kesimpulan. Meski demikian, Pansus sudah menemukan kejanggalan pada PT DJL, diantaranya tumpang tindih kepemilikan lahan, sistem pembagian bagi hasil yang dinilia merugikan warga, pentapan upah kerja yang belum memenuhi standar, serta pengolahan limba sawit yang juga belum memenuhi standar.

“Kami sudah menemukan sejumlah solusinya dari hasil realisasi kerja Pansus,”. Ungkap Rusman. (cr3/c/jie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top