Kasuistika

Orang Gila Mengamuk, Lengan Warga Lawa Nyaris Putus

La Ode Gero korban pemotongan orang gila bernama La Ode Sula terbaring di bangsal RSUD Raha. (FOTO:ARJUNA For BKK)

La Ode Gero korban pemotongan orang gila bernama La Ode Sula terbaring di bangsal RSUD Raha. (FOTO:ARJUNA For BKK)

Aparat Polsek Tidak Bertindak

KENDARI, BKK – Nasib sial dialami oleh La Ode Gero warga Kelurahan Lapadaku Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat, ini menjadi korban amukan La Ode Sula yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan.

La Ode Sula mengamuk dengan menggunakan sebilah parang hingga memarangi La Ode Gero, Selasa (17/5) sekitar pukul 16.00 Wita. Akibatnya, korban mengalami luka pada daun telinga dan lengan nyaris putus.

Menurut saksi mata, La Ode Arjuna Djimen mengatakan, perstiwa pemotongan ini terjadi di sekitar Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Lawa. Saat itu tidak ada masalah apa-apa antara La Ode Sula dan La Ode Gero.

“Tiba-tiba La Ode Sula menyerang La Ode Gero dengan parangnya,” ungkap pria yang akrab disapa Juna ini melalui telepon selulernya, Selasa (17/5).

Juna menyebut, La Ode Gero mengalami luka parah di bagian lengan yang nyaris putus begitu pula telinganya. La Ode Sula, sebut Juna, membabi buta menghabisi La Ode Gero dengan sebilah parangnya.

Untungnya, kata Juna, La Ode Gero bisa melawan dan beberapa warga datang memberikan pertolongan kepada korban dengan meminta La Ode Sula untuk menghentikan perbuatannya.

“Sekarang, La Ode Gero sudah dibawa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha karena luka parah. Saya sendiri yang antar,” ungkapnya.

Juna mengaku, La Ode Sula mengalami kegilaan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, aparat terkesan membiarkan La Ode Sula berkeliaran di lingkungan masyarakat sambil menenteng parang.

“Kita juga sudah sampaikan untuk ditahan sementara, termasuk alatnya. Tapi, Kapolsek tinggal dia ceramai kita,” jelasnya.

Beberapa hari terakhir ini, sebut Juna, La Ode Sula sering mengamuk. Bahkan, kata dia, masyarakat hingga anak kecil dikejarnya dengan parang.

“Tapi, polisi mengaku tidak berani tangkap. Padahal, masyarakat di sini sudah resah dengan ulah ini orang. Bahaya kalau terus dibiarkan. Kita khawatirkan, nanti ada lagi korbannya. Kami keluarga sudah menghadap langsung. Tapi begitu mi jawabannya polisi tidak berani,” keluh Juna.

Sementara itu, Kapolsek Lawa Inspektur Satu (Iptu) Sahabuddin dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak diangkat. (pas/c/kas)

To Top