Lisuma Adukan Proyek Reklamasi Lagasa di Kejati – Berita Kota Kendari
Beranda

Lisuma Adukan Proyek Reklamasi Lagasa di Kejati

Lisuma Adukan Proyek Reklamasi Lagasa di Kejati

Lisuma Adukan Proyek Reklamasi Lagasa di Kejati

KENDARI, BKK- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Mahasiswa Indonesia (Lisuma) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (17/5).
Mereka mempersoalkan reklamasi Teluk Lagasa dan pembangunan dermaga penyeberangan Raha tahap I Tahun 2016 di Kabupaten Muna.
Dalam orasinya, kordinator lapangan (korlap) Idaman Bonea meminta agar pihak Kejati Sultra untuk segera melakukan penyelidikan terhadap pekerjaan proyek tersebut yang diduga pengerjaannya belum mendapatkan izin mengenai analisis dampak lingkungan (amdal).
“Kami menduga, adanya mafia amdal dalam satuan kerja (satker) proyek pekerjaan tersebut. Belum ada izin amdal namun pekerjaan fisik telah dilakukan yang diduga cacat hukum,” katanya.
Dalam pengerjaan proyek ini, sebut Idaman, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kurang lebih Rp 10 miliar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra.
“Sesuai dengan aturan perundang-undangan, seharusnya sebelum dilakukan pekerjaan fisik, terlebih dulu dilakukan perencanaan terlebih dulu namun kenyataannya langsung dilakukan pekerjaan fisik, di sini-lah yang menurut kami ada yang mengganjal,” paparnya.
Dalam aksi ini, mahasiswa sempat bersitegang dan saling dorong dengan pegawai Kejati Sultra yang menghalangi mahasiswa saat ingin masuk di dalam Kantor Kejati Sultra. Untungnya, polisi dengan sigap melerai.
Setelah melalui negosiasi dengan pegawai Kejati Sultra, para mahasiswa diizinkan masuk ke dalam ruang Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Sultra untuk dilakukan hearing. Mereka, ditemui oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas (Kasipenkumhumas) Janes Mamangkei.
Usai menerima massa aksi, kepada wartawan Janes mengaku, pihaknya hanya sebatas menerima laporan aduan mahasiswa. Setelah ditelaah, aduan masyarakat ini datanya belum lengkap.
“Yang pasti aduannya kami terima. Untuk ke depannya, kami belum bisa tindak lanjuti karena belum ada bukti kuat seperti dokumentasi untuk dijadikan alat bukti. Laporannya tetap kami akan sampaikan kepada pimpinan,” tuturnya. (p5/c/pas)

To Top