Jangan Bangun Rumah di Pinggiran Sungai – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Jangan Bangun Rumah di Pinggiran Sungai

LASUSUA, BKK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah memperingati masyarakat agar jangan lagi ada yang membuat bangunan si pinggir atau bantaran Daerah Aliran Sungai. Banyaknya keluarga yang kehilangan rumah mereka di bantaran sungai dalam rangkaian bencana alam beberapa waktu lalu, seharusnya menjadi pelajaran bagi yang lainnya.

Peringatan tersebut, sebagaimana dikatakan Kabid Pencegahan dan Kesiap-siagaan Bencana, BPBD Kolut, Liberti, disampaikan melalui sosialisasi tanggap bencana yang dilakukan BPBD Kolut, di GOR Lasusua. Sosialisasi yang dimulai sejak Senin lalu melibatkan tujuh kecamatan yang dianggap rawan bencana, yakni Kecamatan Wawo, Ranteangin, Lambai, Lasusua, Katoi, Kodeoha dan Tiwu.

Seluruh Kepala Desa (Kades), tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi pemuda diundang.
“Hari kedua ini (selasa) sosialisasi dilakukan di Kecamatan Pakue dengan melibatkan Kecamatan Tolala, Porehu, Batuh Putih, Pakue Utara, Pakue Tenggah, Pakue, Watunohu dan Kecamatan Ngapa” ujar Liberti.

Liberti mengungkapkan dari 15 kecamatan dan 133 desa/kelurahan yang ada di Kolaka Utara, semua memiliki potensi bencana. Selain berada di bawah pegunungan, hampir semua daerah dialiri sungai besar maupun kecil.

“Pembukaan lahan di DAS atau hulu sungai yang tidak lagi memperdulikan lagi keadaan lingkungan membuat sebagian desa di Kolut sangat rawan bencana banjir maupun tanah longsor,” ujarnya.

Liberti menambahkan daerah atau desa yang awal musim penghujan telah mengalami banjir dan tanah longsor, diantaranya Desa Sapoiha dan Desa Simbula. Bencana berupa tanah longsor menimbun puluhan hektar sawah.

“Mei sampai Juni nanti masuk puncak penghujan. Kalau hujan turun lebih dari 12 jam, itu sudah harus waspada,” katanya.

Liberti mengakui, Kolut sudah menjadi salah satu kabupaten zona merah bencana atau paling rawan bencana. Hal inilah yang membuat BPBD harus terus aktif menggelar sosialisasi. (k2/c/aha)

Click to comment
To Top