Hanya Terus Dijanji, Masyarakat Tagih Tafdil-Masyhura – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Hanya Terus Dijanji, Masyarakat Tagih Tafdil-Masyhura

Beginilah kondisi jalan yang menghubungkan Mataoleo dan jalan poros provinsi. Padahal bupati sudah lama menjanjikan akan memperbaiki jalanan tersebut.

Beginilah kondisi jalan yang menghubungkan Mataoleo dan jalan poros provinsi. Padahal bupati sudah lama menjanjikan akan memperbaiki jalanan tersebut.

RUMBIA, BKK– Akibat janji yang tak kunjung ditepati, masyarakat Kecamatan Mataoleo akhirnya mendatangi langsung Kantor Bupati Bombana. Mereka pun meminta pertanggungjawaban Bupati Bombana dan wakilnya, Tafdil – Masyhura, yang telah menjanjikan perbaikan di wilayah mereka.

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Kantor Bupati Bombana, Selasa (17/5), warga terlihat menumpahkan semua protes dan kekesalannya. Bagaimana tidak, Mataoleo terkesan penuh derita. Krisis air, krisis listrik dan jalanan rusak parah.

Aswan, koordinator aksi mengatakan, kinerja pemerintahan Tamasya khususnya infrastruktur jalan, air bersih, hingga persoalan listrik di kedua wilayah itu sangat buruk.

“Daerah kami jadi terkebelakang akibat minimnya perhatian pemerintah saat ini. Jangan buat daerah kami layaknya daerah buangan seperti Nusa Kambangan. Pemda Bombana jangan cuma lempar janji kosong tanpa memberi bukti kongkrit,” tukas Aswan saat menyampaikan orasinya.

Menurut dia, janji Pemkab Bombana untuk mengaspal jalan poros Mataoleo ke Ibukota Rumbia hingga kini tidak kunjung ditepati. Hal ini menyebabkan masyarakat kesulitan dalam memenuhi hajat hidupnya.

“Akses jalan ke daerah kami, sangat rusak parah. Putaran perekonomian masyarakat disana lumpuh. Kami dijanji bakal diaspal tahun ini, tapi mana janji itu. Kenapa tidak kunjung direalisasi. Kami duga ada lagi permainan kotor diproyek ini,” teriak, Saharudin, orator aksi lainnya.

Bukan cuma itu, proses pelayanan air bersih di daerahnya, sangat buruk. “Selain airnya keruh, kami juga menduga, ada kongkalingkong terkait proyek penyediaan air bersih di Kecamatan Mataoleo,” ungkap, Saharudin.

Menjawab protes para demonstran, Sekretaris Kabupaten Bombana, H Burhanuddin HS Noy SE M Si mengatakan, pemerintah sudah berupaya memenuhi kebutuhan dasar seluruh warga. Tetapi semua upaya itu membutuhkan proses.

Persoalan listrik misalnya, Pemkab sudah berkali-kali menyampaikannya kepada yang PLN wilayah Sulawesi Selatan-Sultra (Sulselra) yang menjadi penanggungjawab untuk kelistrikan. Saat ini, pemkab pun dijanjikan bantuan dan sisa menunggu bantuan itu datang dari PLN.

“Kita sudah dijanjikan mesin 6 Mega Watt dari pertemuan terakhir. Saat ini masih tahap proses. Jadi kita sabar menunggu saja,” jelasnya.

Terkait pengaspalan jalan diwilayah Mataoleo, lanjut Sekda, hal tersebut akan segera direalisasikan. “Pengaspalan itu akan dilakukan. Kita tinggal menunggu persetujuan DPRD. Jika DPRD oke, langsung diaspal,” jelas Burhanuddin. (cr2/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top