Giliran Rumah Lurah Raha 1 Terbakar – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Giliran Rumah Lurah Raha 1 Terbakar

RAHA, BKK – Pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid II di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS); TPS 4 Raha 1 dan TPS 4 Wamponiki, kondisi Kota Raha menjadi mencekam.

Rentetan kejadian menyelimuti iklim politik jelang PSU Pilkada Muna tersebut, mulai dari adanya teror bom molotov, pelemparan rumah lurah Wamponiki, pembakaran mobil, hingga terbakarnya rumah Lurah Raha 1.
Pada Selasa (17/05), sekitar pukul 03.00 Wita, warga Lorong BTN Kelurahan Bara Laiworu, Kecamatan Bata Laiworu, kabupaten Muna, dikejutkan dengan insiden kebakaran rumah. Diketahui, rumah tanpa penghuni itu adalah milik Lurah Raha 1, Kecamatan Katobu, Syahrir Alamsyah SSTP.
Beruntung, masyarakat setempat dan satu unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi memadamkan kobaran api sehingga tidak menghanguskan seluruh bagian rumah. Hanya beberapa bagian saja yang sempat dimakan api.
“Penyebab kebaran, modusnya apa, siapa pelakunya, masih dalam penyeledikan. Kita sudah olah TKP di sana,,” terang Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta SiK melalui Wakapolres Muna Kompol Rofiko Yulianto SiK pada koran ini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/15).
Informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara, rumah Lurah Raha 1 baru saja dibangun dan pembukaan puasa nanti akan dihuni. Sedangkan alamat rumah tersebut berada di Jl. Mades Sabara BTN Wirabuana. Sudah ada perabot rumah di dalam, tinggal mencari waktu tepat untuk ditingaali. Kabarnya pembukaan puasa.
Atas kejadian ini, menyusul adanya kejadian-kejadian sebelumnya yang diduga berkaitan dengan Pilkada Muna, masyarakat merasa khawatir jangan sampai hal ini merembet kemana-mana.
“Terus terang saja, kami sangat takut. Keamanan setelah putusan MK menjadi tidak terjamin. Kami berharap pihak kepolisian meningkatkan keamanan di Raha, karena bisa jadi ini ada pengaruhnya dari pemilihan Pilkada Muna yang belum tuntas hingga saat ini,” kata salah seorang warga, Udin.
Diketahui sebelumnya Lurah Raha 1 telah memasukan laporan di MK dengan mengatakan 11 orang dari kecamatan Katobu dan 6 orang Kecamatan Wamponiki bukan warga setempat.
Atas laporan Lurah Raha 1 Nomor 140/16/Raha/IV/2016 tertanggal 11 April 2016 MK memutuskan KPU belum melakukan validasi data dan harus dilakukan PSU lagi dalam kurun waktu 30 hari masa kerja dari amar putusan ditetapkan.
Sebelumnya, pada Senin (16/5) sekitar pukul 02.30, sempat pula ada kejadian terbakarnya mobil milik Jamzir Zibuka. Mobil DT 1473 BD jenis Honda Mobilio ini diparkir di rumah orang tua Jamsir bernama Zibuka di Jalan S Goldaria, Raha.
Saat kejadian, orang tua korban, Zibuka, berada dalam rumahnya. Mereka terbangun mendengar bunyi alarm mobil. Begitu mereka lihat, kondisi mobil sudah terbakar. Pihak keluarga korban akhirnya memanggil mobil pemadam untuk memadamkan api.
Kini mobil tersebut masih terparkir dihalaman rumah orang tua korban dalam kondisi rusak dan sudah di police line pihak kepolisian Polres Muna.
“Kasus ini masih kita lidik, apakah terbakar atau lainnya, termasuk pelakunya,” kata Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta SiK saat dikonfirmasi via ponselnya kemarin. (cr1/c/jie)

To Top