Beranda

Anak Lorong Dukung Pembangunan Berbasis Lingkungan

KENDARI, BKK – Bakal Calon (Balon) Wali Kota Kendari Ishak Ismail atau lebih dikenal dengan Anak Lorongnya Kendari mencantumkan salah satu programnya tentang pembangunan yang berbasis lingkungan.

Menurut Ishak, pembangunan tanpa mempertimbangkan lingkungan sangat bahaya bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Untuk itu, kata dia, pembangunan adalah suatu yang mutlak tetapi harus dibarengi dengan kelestarian lingkungan.

“Dalam membangun, tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan. Sebab, lingkungan kita ini sangat penting demi kehidupan kita semua,” terang Ishak Ismail belum lama ini.

Selain itu, dalam visi misinya Ishak menyebut peningkatan kerukunan umat dan budaya di Kota Kendari. Menurut dia, masyarakat Kota Kendari sangat heterogen sehingga perlu ada peran pemerintah dalam menyatukan berbagai pandangan kultural.

“Kami juga ingin mewujudkan kota moderen dengan pelayanan efektif, cepat, mudah dan terjangkau. Menurut kami, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh rumit. Untuk itu, Anak Lorong komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujarnya.

Tidak kalah pentingnya, lanjut Ishak adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, papar Ishak, ekonomi kreatif dan pelestarian budaya tradisional. Menurut Ishak, ekonomi kreatif dan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sangat penting diperhatikan oleh pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat kota.

“Kita inginkan, pasar-pasar tradisional ini tetap ada. Sebab, banyak masyarakat ekonomi ke bawah yang berusaha di situ. Pemerintah harus ikut bertanggung jawab dalam pengembangan pasar tradisional ini,” jelasnya.

Terakhir, Ishak menekankan tentang Teluk Kendari. Menurutnya, Teluk Kendari harus menjadi ikon kota. Untuk itu, ia mengangkat dalam visi misinya bahwa Kota Kendari adalah Kota Teluk.

“Fungsi teluk tetap kita pertahankan. Kita inginkan Teluk Kendari tetap ada dan dalam penanganan teluk ini, perlu ada koordinasi dengan pemerintah terkait termasuk pemerintah kabupaten tetangga seperti Pemkab Konawe Selatan dan Pemkab Konawe,” tuturnya. (pas)

To Top