Pendidikan

Senam Tongkat Sebanyak 5.000 Peserta, IAIN Kendari Catatkan Rekor MURI

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin Saat Memberikan Penghargaan Pencatatan Rekor MURI Kepada Rektor IAIN Kendari Dr H Nur Alim MPd. (Nirwan/BKK)

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin Saat Memberikan Penghargaan Pencatatan Rekor MURI Kepada Rektor IAIN Kendari Dr H Nur Alim MPd. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari memanfaatkan jatah tuan rumah penyelenggara Perkemahan Wirakarya (PW) ke-13 se-Indonesia dengan menampilkan senam tongkat terbanyak dengan 5.000 peserta. Dengan jumlah peserta itu, senam tongkat ini tercatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Sebelumnya, pelaksanaan PW hanya diikut 500 orang peserta senam tongkat. IAIN Kendari melihat peluang itu, untuk mencatatkan rekor baru.
Untuk mewujudkan capaian ini, tentu bukan merupakan hal yang mudah bagi IAIN Kendari. Sebab, diperlukan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang turut terlibat dalam mensukseskan kegiatan ini yang kebetulan dilangsungkan di Kota Kendari.
Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Lukman Hakim Saifuddin mengaku bangga dengan terobosan dan berbagai kejutan yang dilakukan IAIN Kendari. Dalam kesempatan itu, Menag langsung menyerahkan pencatatan rekor MURI kepada Rektor IAIN Kendari Nur Alim.
“Saya memberikan rekor MURI kepada IAIN Kendari dengan penuh rasa bangga. Sebab, IAIN Kendari telah menampilkan kegiatan yang belum pernah dilakukan dalam PW sebelumnya seperti senam tongkat,” ungkap Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan rekor MURI kepada IAIN Kendari di Gedung Auditorium IAIN Kendari, Senin (16/5).
Dikatakannya, dirinya sangat terkesan dalam pelaksanaan PW ke-13 ini. Sebab, menurutnya perkemahan ke-13 ini disamping menampilkan senam tongkat dengan pesertanya terbesar, PW kali ini juga diikuti oleh beberapa perguruan tinggi non-muslim yakni Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Tana Toraja, STAKN Manado, serta Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Bali.
Sementara itu, Rektor IAIN Kendari Dr H Nur Alim MPd mengatakan, penghargaan yang diraih kampus yang dipimpinnya ini merupakan luar biasa. Terlebih, diserahkan langsung oleh Menag Lukman.
“Rekor MURI ini merupakan target kita dari awal dalam pelaksanaan PW ke-13. Kami menginginkan pelaksanaan PW yang dihelat di Kota Kendari khususnya di IAIN Kendari bisa dicatat dan ditahu oleh dunia,” ungkapnya.
Untuk itu, sambung dia, dalam perkemahan tersebut, pihak IAIN tidak hanya menghadirkan perguruan tinggi muslim, tetapi perguruan tinggi non muslim juga turut ambil bagian dalam perkemahan ke-13 ini.
Nur Alim mengakui, selain melibatkan Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ikut menyumbangkan keterlibatannya dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Selaku tuan rumah penyelenggara PW ke-13 ini, tidak ada kata lain yang bisa saya ucapkan selain kata bangga dan rasa haru yang amat dalam atas rekor MURI yang dikaruniakan langsung Menteri Agama RI. Rekor MURI yang telah kami genggam ini kita jadikan sebagai motivasi untuk terus menggelar aksi-aksi yang unik yang belum pernah dilakukan dalam perkemahan sebelumnya,” tuturnya. (m3/c/pas)

To Top