Satu Lagi, Mobil Dibakar Orang Tak Dikenal – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Satu Lagi, Mobil Dibakar Orang Tak Dikenal

Kapolda Sultra: Situasi Muna Masih Tetap Kondusif

RAHA, BKK – Kasus pembakaran mobil kembali terjadi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Senin (16/05) dinihari. Lagi-lagi, korbannya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kabupaten Muna.

Kali ini, nasib sial dialami warga Jl S.Sukowati, Raha, Jamsir Zibuka. Mobil miliknya Honda Mobilio DT 1473 BD, dibakar orang tak dikenal, saat dititip di kediaman orangtuanya, L Zibuka, di Jalan S Goldaria, Raha, yang berjarak 100 meter dari rumahnya.

L Zibuka mengaku, aksi pembakaran tersebut diperkirakan terjadi Senin (16/05) sekitar pukul 03.00 Wita, saat dirinya bersama orang dalam rumah tertidur lelap.

Ia mengetahui mobil terbakar berawal ketika dirinya mendengar bunyi alarm mobil. “Pada waktu saya dengar bunyi alarm, saya langsung kasih bangun orang dalam rumah untuk mengecek mobil, ternyata mobil sudah terbakar,” ungkap L Zibuka.

L Zibuka dibantu anggota keluarga lainnya, sempat berusaha memadamkan api yang membakar mobil. Namun, upaya yang dilakukan tidak berarti apa-apa karena api menjalar cepat melahap bagian dalam mobil.

Kasus pembakaran mobil ini telah dilaporkan dan ditangani pihak Polres Muna.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Drs Agung Sabar Santoso SH MH, membenarkan insiden pembakaran mobil tersebut.

Kendati demikian, jenderal polisi bintang satu ini, mengaku, situasi di Muna masih tetap kondusif. Dan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada tidaknya kaitannya dengan Pilkada Muna.

“Untuk situasi saat ini alhamdulillah tetap kondusif. Hanya semalam (Senin dinihari, red) ada kejadian (pembakaran mobil), namun itu kita masih lakukan penyelidikan apakah itu ada kaitannya dengan PSU, kita masih selidiki,” terang Agung, saat ditemui usai memimpin serah terima jabatan para perwira menengah di Aula Dachara Mapolda Sultra, Senin (16/5).

Sebelumnya, satu unit mobil jenis Honda Jazz milik pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Muna, Kudus Muharam, juga diduga dibakar orang tak dikenal pada Rabu (27/4) lalu sekitar pukul 04.00 Wita.

Senasib dengan mobilnya Jamsir Zibuka, mobil silver bernomor polisi (nopol) DD 1449 SD milik Kudus Muharam, juga dibakar saat terparkir di rumah orangtuanya, di Jalan Teratai, Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna. Hingga kini polisi belum berhasil mengungkap pelaku pembakaran tersebut.

Selain kasus pembakaran mobil, rentetan kejadian menyelimuti pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid II Pilkada Muna di TPS 4 Wamponiki dan TPS 4 Raha 1. Mulai dari pelemparan kediaman Lurah Wamponiki, hingga teror bom terhadap pemuda Butung-Butung, pada Sabtu (14/5) sekitar pukul 00.00 Wita.

Seperti dilansir Fajar Sultra.co.id (grup Berita Kota Kendari), bom tersebut dilempar dua pemuda bergoncengan menggunakan sepeda motor. Beruntung, bom rakitan itu tidak sempat meledak. Hanya saja, bom sempat menyala pada bagian sumbunya.

Kejadian itu bermula saat beberapa pemuda Butung-Butung tengah asik nongkrong di depan sebuah warung. Tiba-tiba saja, dari arah Jalan Husni Thamrin, melintas sebuah motor jenis matic dengan kecepatan tinggi dan langsung melemparkan bom molotov ke arah mereka. “Kita pikir botol biasa, setelah kami lihat ternyata bom. Kami langsung menghindar,” kata Djafar.

Tahu bom yang disimpan dalam botol itu masih menyala, dia lalu melaporkan kejadian tersebut pada aparat kepolisian. Polisi yang tiba di lokasi lalu mengamankan barang bukti. Polisi juga sempat mengamankan dua pemuda mabuk yang melintas di lokasi kejadian.

Djafar mengaku, kejadian tersebut merupakan yang kedua kalinya. Kejadian pertama sekitar pukul 23.30 Wita, seorang pemuda bertopeng menggunakan sepeda motor matic jenis Yamaha menendang pemuda Butung-Butung. Untungnya, tendangan tidak sempat mengenai salah seorang pemuda Butung-Butung. Pelaku lalu kabur dan sempat mengeluarkan kata-kata kasar. (kas/jie)

Click to comment
To Top