Polda Janji Kirim Berkas Tiga Tersangka Korupsi CPNS Bombana – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polda Janji Kirim Berkas Tiga Tersangka Korupsi CPNS Bombana

KENDARI, BKK – Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berjanji akan akan segera mengirim berkas dua tersangka kasus dugaan gratifikasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori Satu (K-1) dan K2 Kabupaten Bombana 2013 senilai Rp 12 miliar.
Dua berkas tersangka yang akan dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra itu adalah adalah anak dan istri terpidana mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bombana Muh Ridwan, yakni Fe dan Sa.
“Saya coba tanyakan dulu ke penyidiknya, agar berkasnya secepatnya dikirim,” ujar Kepala Subdirektorat (Kasubdit) III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Honesto R Dasinglolo SSos, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/5).
Sementara itu, berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka lain, yakni Dr Arman telah dikirim. Namun, kata dia, dinyatakan belum lengkap atau P-19 oleh jaksa penuntut umum (JPU).
“Kalau berkasnya Dr Arman kita pernah kirim, tapi dintakan P-19. Nanti saya coba tanya lagi ke penyidiknya,” kata Honesto.
Diberitakan, terkuaknya belum diserahkan BAP tiga tersangka itu berawal dari Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH.
Dimana, Janes mengaku, hingga kini penyidik polda belum menyerahkan berkas untuk tiga tersangka tersebut. Sementara, surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) telah diterima sudah cukup lama, yakni pada Juli 2015.
Di tempat terpisah, penasehat hukum Muh Ridwan, Sayahiruddin Latif mengakui bahwa penyidik Tindak Pidana Korupsi (tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra belum menyerahkan berkas dua tersangka lain, yakni anak dan istri terpidana Muh Ridwan.
Syahiruddin yang juga dikuasakan untuk menjadi pengacara anak dan istri Muh Ridwan menambahkan, kini dirinya sedang menunggu pelimpahan berkas tersebut dari penyidik polda ke JPU kejati.
Diketahui Dalam kasus ini polisi pertama kali menetapkan Muh Ridwan sebagai tersangka dan selanjutnya penyidik kembali mengumumkan dua tersangka baru yang ternyata merupakan keluarga dekat Ridwan. Lalu, disusul dengan tersangka lain, yakni Dr Arman.

Peran ketiganya disebut turut membantu mengumpulkan uang dari para CPNS K-1 dan K-2 Bombana. (kas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top