Menteri Agama RI Resmikan Gedung FTIK dan Perpustakaan IAIN Kendari – Berita Kota Kendari
Beranda

Menteri Agama RI Resmikan Gedung FTIK dan Perpustakaan IAIN Kendari

KENDARI, BKK – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI) Lukman Hakim Syaifuddin meresmikan Gedung Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dan Perpustakaan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang berlangsung di Gedung Auditorium IAIN Kendari Senin (16/5).
Menag Lukman mengatakan, saat ini IAIN Kendari mengukir beberapa prestasi, di antaranya sukses melaksankan Perkemahan Wirakarya (PW) ke-13 Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia. Ia menilai, peserta PW ke-13 ini tinggal dan memasang tenda di lingkungan kampus IAIN Kendari, menjadi sejarah tersendiri yang bisa memotivasi dan menginspirasi semua pihak.
“Sebab, yang mengikuti perkemahan kali ini tidak hanya se-Indonesia bahkan dari beberapa mahasiswa dari negara lain. Jadi, ini menurut saya tentu menjadi prestasi tersendiri bagi IAIN Kendari,” ungkap Lukman, Senin (16/5).
Dikatakannya, prestasi kampus Islam ini ditambah dengan adanya peresmian gedung FTIK dan Perpustakaan IAIN Kendari. Dua gedung ini, sudah digunakan beberapa waktu lalu, tapi resminya penandatanganan prasasti baru dilakukan oleh menteri.
“Saya ingin menyampaikan dalam kesempatan ini bahwa Fakultas Tarbiah yang kemudian berkembang menjadi FTIK IAIN Kendari itu sesungguhnya merupakan inti dari IAIN ini.  Sebelumnya, masih bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang merupakan perluasan dari IAIN di Makasar beberapa waktu yang lalu,” paparnya.
Ia menekankan, semua yang ada di fakultas ini harus merumuskan ke-khas-an dari FTIK IAIN Kendari. Sebab, kata dia, FTIK  ini tidak hanya semata sebagai inti atau tulang punggung dari IAIN Kendari tetapi menjadi panutan bagi kampus lain untuk mengembangkan ilmu keguruan tentang tarbiah.
Untuk itu, tutur Lukman, ke-khas-an sebuah kampus sangat penting. Sebab, kalau tidak ada bedanya sebuah fakultas dengan lainnya, maka orang akan mudah melupakan dan orang tidak menganggap penting eksisetensi FTIK.
“Sehingga, akan sulit untuk  menjaga dan memelihara keberadaan eksistensi yang dimiliki oleh FTIK, karena persaingan dunia saat ini khususnya yang ada di perguruan itu sangat ketat,” tuturnya.
“Kekhasan itu bisa diambil dari cara lulusan FTIK tersebut dalam mengimplementasikan maupun dalam menerapkan ilmunya. Proses transformasi ilmu pengetahuan itu terkadang atau bahkan sering kali dengan cara pendekatan, metodologi itu jauh lebih penting dari pada materi yang ingin disampaikan,” tuturnya. (m3/c/pas)

To Top