Kapolres Muna: Pelaku Anarkis Akan Ditembak – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kapolres Muna: Pelaku Anarkis Akan Ditembak

RAHA, BKK – Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid II pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muna dikhawatirkan dapat menimbulkan potensi pada instabilitas daerah. Jauh hari sebelum putusan Mahkamah Konstitusi (MK), selebaran berbau teror sudah menyebar kemana-mana.

Mengantisipasi terjadinya aksi-aksi anarkis, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Muna, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudith S Hananta SIK, secara tegas mengeluarkan ultimatum; siapapun yang melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu stabilitas daerah serta dapat menghambat proses PSU, akan ditembak di tempat.

“Kita akan tembak di tempat jika ada yang melakukan tindakan anarkis. Terlebih jelang PSU untuk kedua kalinya ini,” kata Yudith, Sabtu (14/5).

Kendati demikian, mantan Dansat Brimob Polda Sultra ini mengatakan, pemberlakuan tembak di tempat tentu tetap ada protapnya. “Perintah tembak di tempat, itu tidak bisa sembarangan dilakukan, tetap ada protapnya,” tambahnya.

Terkait tundingan salah satu kubu di MK yang mengatakan polisi tidak netral dalam PSU lalu, ditanggapi dingin perwira dengan dua melati di pundak ini. “Kalau ada buktinya, ya silakan. Paling-paling saya dicopot kok. Saya tegaskan, polsi itu netral,” tegasnya lagi.

Dia juga mengatakan, untuk pengamanan jalannya PSU, masih tetap seperti dulu. “Tetap seperti dulu-lah, ada 1 SSK Brimobda ditambah ratusan personil dari Polres Muna,” teranganya.

Bagaimana dengan dana pengamanannya ? Terkait hal ini, Kapolres Muna cuma bisa tersenyum getir.

“Belum ada dana pengamanan yang kita usulkan. Ya, kita ngutang-ngutang dululah. Yang penting Muna aman, itu yang penting bagi kami,” pungkasnya. (cr1/c/jie)

To Top