Jadi Kurir Sabu-sabu, Anak di Bawah Umur Dibekuk – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jadi Kurir Sabu-sabu, Anak di Bawah Umur Dibekuk

KENDARI, BKK – Petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil meringkus seorang anak di bawah umur yang menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu.
Pelaku yang diketahui berinisal SA (17) ini ditangkap Jalan Imam Bonjol Kelurahan Alolama Kecamatan Mandonga, Minggu (15/5) sekitar pukul 00.00 Wita. SA dibekuk polisi hendak menjual dua peket kecil sabu-sabu ke pelangganya.
Kepala Subdirektorat (Kasubdit) III Ditresnarkoba Polda Sultr Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) La Ode Kadimu mengurai, penangkapan itu berawal dari adanya informasi masyarakat yang mengetahui gerak-gerik seorang pengedar.
Lalu, pihaknya menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penangkapan terhadap pengedar. Namun, petugas hanya berhasil menangkap kurir yang bukan merupakan target utama.
“Kurir itu bukan target utama operasi kami. Target kami adalah pengedar,” ujar Kadimu, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/5).
Diungkapkan, ketika bergerak ke lokasi untuk menangkap pengedar, pihaknya tertipu oleh gerak-gerik kurir. Meski pengedar tidak berhasi ditangkap, namun Kadimu mengaku, pihaknya telah mengantongi identitasnya.
Perwira polisi dengan dua melati di pundak ini mengungkapkan, saat hendak ditangkap sang kurir sempat melarikan diri dan mencoba melakukan perlawanan. Sehingga aksi kejar-kajaran anatar petugas dan kurir tak terhidarkan.
Untungnya, sebelum petugas memutuskan untuk melumpuhkan, kurir berhasil dibekuk dalam pelariannya. Selanjutnya pelaku digelnadang di Mapolda Sultra berikut barang bukti dua peket sabu-sabu siap edar.
Tersangkam kini mendekam di Rumah Tahanan Mapolda Sultra. Sedang, untuk memastikan bahwa pelaku terindikasi menggunakan narkoba, ptugas kepolisian membawa SA ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan tes urine.
Kadimu menuturkan, tersangka dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan amcaman pidana 20 tahun penjara.
Sementara itu, SA mengaku, dirinya baru pertama kali bekerja sebagai kurir atau pengantar paket sabu-sabu. Itu atas perintah dari seorang bandar yang dia tidak kenal, dengan imbalan per sekali antar Rp 30 ribu.
” Saya tidak pernah bertemu dengan pemilik barang (sabu-sabu, red). Tugas saya hanya mengatarkan barang itu yang diarahakan melalui telepon,” terangnya SA, saat ditemui disela-sela pemeriksaan di ruang penyidik. (p4/a/kas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top