Asrun Sentil Masa Lalu KPU – Berita Kota Kendari
Suksesi

Asrun Sentil Masa Lalu KPU

NPHD Dana Pilwali Ditandatangani

KENDARI, BKK – Kasus korupsi anggaran Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU), menjadi catatan khusus Wali Kota Asrun kepada KPU untuk tidak terulang lagi.

Dalam acara penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) anggaran Pilkada 2017 Kota Kendari, Asrun mengingatkan kepada KPU saat ini untuk pintar mengelola anggaran. Sebab, bukan tidak mungkin kasus serupa bisa terulang.

“Lakukan tahapan sesuai dengan peraturan,” tekan Asrun, Senin (16/5).

Asrun mencatat Pilkada Kota Kendari pada 2012 lalu memiliki nilai positif. Sebab, Pilwali Kendari menjadi percontohan bagi pemerintah pusat.

“Ada catatan manis yang kita peroleh. Ini menjadi beban bagi KPU Kota Kendari untuk mempertahankannya. Langkah awal, bisa membawa penyelenggaraan ini suskes kembali,” ujarnya.

Masih kata Asrun, masalah yang menggiring satu komisioner menjadi tersangka korupsi, menjadi catatan buruk pengelolaan keuangan di tubuh KPU. Untuk itu, sekretariat harus meningkatkan akuntabilitas pertanggungjawaban keuangan.

“Stresing akuntabilitas itu penting. Jangan hanya bicara di koran. Itu menjadi rujukan BPK yang audit nanti. Kami harap, jangan terulang masalah sebelumnya,” jelasnya.

Asrun menyarankan agar sekretariat jangan menganggap gampang soal admnistrasi. Sebab, kesalahan administrasi dampaknya sangat besar terhadap pelanggaran hukum. Bila perlu, saran Asrun, setelah melakukan kegiatan langsung dibuatkan laporannya.

“Jangan tunggu-tunggu. Kalau sudah numpuk pasti pusing untuk dibuat pertanggungjawabannya. Jangan kerja borongan. Bagusnya, setelah jalan, SPPD-nya langsung dibuatkan laporannya,” paparnya.

Pada Pilkada 2017 Kota Kendari, Pemkot Kendari menggelontorkan dana hibah Rp 19,3 miliar. Itu pun, masih ada tambahan anggaran lagi jika dilihat dari usulan KPU sebelumnya sebesar Rp 26,7 miliar.

Peringatan terhadap KPU Kota Kendari ikut disampaikan Ketua KPU Sultra Hidayatullah. Menurutnya, pahit manisnya di KPU pernah dilalui beberapa tahun silam. Saat itu, Hidayatullah menjabat sebagai anggota KPU Kota Kendari.

“KPU Kota Kendari punya masa lalu pahit dan manis. Manisnya, kita menjadi percontohan pilwali. Catatan pahitnya, soal anggaran. Saya titip kepada KPU, sekretaris dan KPA untuk mensukseskan penyelenggaraan tanpa ada masalah,” ujarnya. (pas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top