Kasuistika

Polisi Amankan 1.601 Batang Kayu Ilegal Asal PT Bosowa Mining

Sebagian kayu masih bertebaran di air saat digrebek polisi. (FOTO:Humas Polda)

Sebagian kayu masih bertebaran di air saat digrebek polisi. (FOTO:Humas Polda)

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan batang kayu ilegal di Perairan Muara Molore Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Kayu sebanyak 1.601 batang tersebut ditangkap tim gabungan Operasi Hutan Anoa 2016 pada Selasa (10/5) sekitar pukul 14.00 Wita, saat kayu sedang dimuat dalam kapal KLM Vani Rahmadani GT 89.

Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh mengatakan, kayu tersebut rencananya akan dibawa ke Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), namun akhirnya berhasil digagalkan polisi.

Menurut hasil interogasi sementara terhadap pemilik tempat penampungan kayu (TPK), Jusman alias Yus, jelas Dolfi, kayu tersebut berasal dari lokasi PT Bosowa Mining. Dan, TPK juga berada di lokasi PT Bosowa Mining yang tidak jauh dari Pasar Langgikima.

“Keterangan sementara dari pemilik TPK, kayu itu berasal dari PT Bosowa Mining dan rencana kayu akan dijual ke Kupang,” ujar perwira polisi dengan satu melati di pundak ini, Rabu (11/5).

Dolfi dalam proses sebelum pemuatan, pada awalnya Yus yang tidak lain karyawan PT Bosowa Mining menghubungi H Muh Arifin selaku pemilik kapan KLM Vani Rahmadani. Selanjutnya, H Muh Arifin memerintahkan kapten kapal benama Dahlan menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemuatan kayu.

Lalu, dengan anak buah kapal (ABK) enam orang, kapal tersebut melakukan pemuatan kayu. Namun sayang sebelum proses pemuatan tuntas, tim gabungan langsung melakukan penggerebekan di TKP.

Surat keterangan yang menyatakan boleh berjalan atau masuk ke daerah lain atau pas kapal KLM Vani Rahmadani GT 89 berada di tangan Wardiman yang tidak lain Ipar H Muh Arifin.

“Jumlah kayu yang berada di atas kapal sebanyak 1.521 batang dan yang ada di atas rakit ada 80 batang,” kata Dolfi. (kas)

To Top