Kasuistika

Polda Kembangkan Kasus Sabu-sabu Oknum PNS Butur

Yasir Arafat saat menjalani pemeriksaan di Ditresnarkoba Polda Sultra. (FOTO:KASMAN/BKK)

Yasir Arafat saat menjalani pemeriksaan di Ditresnarkoba Polda Sultra. (FOTO:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih terus melakukan pengembangan, terhadap tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang melibatkan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendapatan Kabupaten Buton Utara (Butur) Yasir Arafat (33).
Polisi menangkap Yasir di Dermaga Ereke Kelurahan Bangkudu Kecamatan Kulisusu Butur, Minggu (17/4) sekitar pukul 01.30 Wita yang kala itu hendak menjual sabu-sabu ke pelanggannya. Yasir sudah tiga tahun menjadi ‘budak’ sabu-sabu.
“Kami masih kembangkan. Jangan sampai masih ada mata rantai ke pengedar lain yang ada di Butur,” ujar Kepala Subdirektorat (Kasubdit) III Ditresnarkoba Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) La Ode Kadimu, Selasa (10/5).
Selain itu, tambah Kadimu, pihaknya juga masih melengkapi berkas perkara agar segera dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.
Diketahui, dari penangkapan itu, di tangan Yasir, polisi menemukan tiga paket sabu-sabu siap edar. Selain sabu-sabu, barang bukti lain yang disita polisi adalah uang tunai sebesar Rp 450 ribu, puluhan kantong plastik bening pembungkus sabu-sabu, satu sendok sabu-sabu, dan satu hanphone (hp).

Selain menjadi pengedar, Yasir juga sering mengonsumsi beberapa sabu-sabu yang hendak dijualnya. Barang yang diperoleh tersangka Yasir diduga berasal dari tiga wilayah, yakni Kendari, Muna, dan Baubau.

Yasir merupakan salah satu pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang selama ini beroperasi di Butur. Ia dijerat Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana 20 tahun penjara. (kas)

To Top