Penumpang Penuh tapi Pendapatan Turun – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Penumpang Penuh tapi Pendapatan Turun

Djajat Djatika

Djajat Djatika

Dampak Bisnis Tiket Online
KENDARI, BKK– Tingkat isian penumpang atau load factor pesawat memang rata-rata penuh. Namun hal tersebut tidak berbanding dengan pendapatan. Pesawat bisa terlihat penuh, tetapi pendapatan justru turun.
Munculnya travel agen online yang melayani permintaan tiket melalui ponsel menjadi pemicunya. Kemudahan yang ditawarkan melalui  OTA (Online Travel Agen) ini serta harga yang lebih murah membuat masyarakat pengguna moda transportasi udara mulai meninggalkan travel konvensional.
Maskapai Sriwijaya pun merasakan hal tersebut. Distrik Manager Sriwijaya Air, Djajat Djatika mengatakan, secara load factor atau tingkat isian penumpang, Sriwijaya Air hampir penuh setiap penerbangan dari Kendari. Namun dari segi revenue accounting mengalami surplus masuk, tetapi itu di Jakarta, bukan di Kendari.
“Bulan April load factor Sriwijaya Air mencapai 86 persen, dari segi tingkat isian penumpang terlihat hampir penuh namun dari segi revenue, pendapatan Sriwijaya air wilayah kendari tidak demikian, terjadi surplus sekitar 0,1 persen karena sebagian penjualan tiket melalui travel online,” katanya.
Dia menjelaskan, OTA kebanyakan berkantor di Jakarta, seperti Traveloka, Pegi-pegi.com atau sejenisnya sehingga revenue otomatis masuk di Jakarta.
Penjualan tiket Sriwijaya Air melalui travel konvensional di Kota Kendari sendiri anjlok hingga 50 persen. Masyarakat kini lebih memilih memesan tiket online dan membayarnya lewat transfer atau ATM.
Dia mengakui, omzet Sriwijaya dari Manorian Travel sebelum berkembangnya OTA mampu menembus hingga Rp 340 juta per bulan. Namun sekarang, pendapatan penjualan tiket sisa setengahnya atau sekitar Rp 150 juta per bulan.
“Barakati Travel yang biasanya memiliki omzet Rp 80 juta per bulan, kini hanya mampu mencapai Rp 40 juta per bulan,” tambahnya. (p6/b/aha)

Click to comment
To Top