Kasus Aborsi Paksa Berakhir di Penghulu – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kasus Aborsi Paksa Berakhir di Penghulu

KENDARI, BKK – Kasus aborsi yang melibatkan oknum polisi berinisial Brigadir MT dan As (19), mahasiswi pada salah satu kampus kesehatan di Konawe, bakal berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pelaminan.

Itu berarti, kasus yang semula akan diproses di Mapolda Sultra, berubah haluan ke Kantor Urusan Agama.
Kepala Subdirektorat (Kasubdit) IV Ditreskrimum Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harjoni Yamin membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima pernyataan dari keluarga As, bahwa keduanya akan segera menikah.
“Iya benar kita tangani kasusnya, tapi saya sudah dapat telepon dari keluarga korban, mereka (Brigadir MT dan As) akan menikah,” ujar Harjoni saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (11/5).
Sejak kasus ini dilaporkan, pihaknya sudah meminta keterangan dari orangtua As. Rencananya pada Rabu (11/5), pihaknya juga akan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Namun sampai pukul 13.00, mereka tak datang ke ruang penyidik.
Sebelumnya diberitakan, oknum anggota polisi yang bertugas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Anggotoa Kabupaten Konawe tersebut dilaporkan oleh orangtua As setelah menggugurkan janin secara paksa, yakni dengan cara memukul perut As. Akibatnya, As mengalami pendarahan.
Berdasarkan pengakuan As, dia dan pacarnya sudah tiga kali melakukan aborsi. Dua aborsi sebelumnya berjalan lancar dengan bantuan obat-obatan. Namun aborsi ketiga bermasalah. Diduga karena itu, Brigadir MT mengugurkan janin dengan cara kekerasan. (kas/aha)

Click to comment
To Top