Hentikan Provokasi Masyarakat Muna – Berita Kota Kendari
Headline

Hentikan Provokasi Masyarakat Muna

ok ft HL

KENDARI, BKK– Seluruh pihak diminta untuk menerima dengan lapang dada apapun hasil putusan Mahkamah Konstitusi

terkait perselisihan Pilkada Muna, yang rencananya dikeluarkan Kamis (12/5), hari ini. Ketentraman
masyarakat Muna jauh lebih penting dan harus didahulukan di atas kepentingan politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Brigadir Jenderal Polisi Drs Agung Sabar Santoso SH MH, di Kendari, Rabu (11/5). Kapolda menyebutkan, situasi di Muna sejauh ini masih kondusif. Karena itu, dia mengingatkan jangan ada yang coba-coba memperkeruh suasana dengan memprovokasi masyarakat.
“Untuk di Muna, Alhamdulillah sampai saat ini situasi masih kondusif. Saya berharap kepada seluruh masyarakat Muna, agar menjaga situasi kamtibmas yang sudah bagus ini,” harap Agung, saat ditemui usai acara coffee morning bersama sejumlah jurnalis di Gazebo Mapolda Sultra.
Menurut kapolda, apapun keputusan MK harus diterima dengan lapang dada dan dewasa. Karena siapapun yang dipilih, itu adalah pemimpin semua masyarakat Muna. Jadi jangan sampai keputusan ini malah membuat persatuan dan kesatuan masyarakat pecah.
“Jangan mudah terpancing oleh provokasi dari pihak-pihak yang tidak menginginkan adanya situasi yang kondusif, tidak ingin persaudaraan yang sudah kental dan kuat. Untuk itu saya mohon dukungan teman-teman wartawan untuk sama-sama kita menjaga situasi yang sudah baik ini,” ajak jenderal polisi bintang satu ini.
Meski demikian, polisi tetap bersiaga jika memang terjadi gangguan keamanan. Polda sudah menyiagakan satu kompi atau 100 personel anggota brigade mobil (brimob) yang akan difokuskan untuk mengamankan titik-titik vital. Di antaranya di Kota Raha, Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna, tempat tinggal pasangan calon (paslon), lokasi perkumpulan perwakilan tim sukses paslon, dan Gedung Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Muna.
“Personel kita sudah kirim satu kompi pasukan brimob ke sana untuk mengantisipasi aja. Bukan hanya polisi yang mengamankan, tapi juga masyarakat harus turun mengamankan,” katanya.
Masih kata Agung, hingga kini tidak ada hal-hal yang menonjol terjadi di Muna. Itu berarti, kedua belah pihak sudah menunjukan kedewasaan dalam berpolitik.
Menanggapi adanya selebaran akan ada pertumpahan darah di Muna, Agung mengatakan kasus tersebut sedang dalam pendalaman Kepolisian Resor (Polres) Muna dan beberapa orang telah diperiksa.
“Sudah dalam pendalaman dan telah dilakukan pemeriksaan di Polres Muna. Kalau memang memenuhi unsur, kita proses. Karena jangan sampai selebaran itu bisa menjadi pemicu munculnya konflik,” tegas Agung.
Sementara itu, Calon Bupati (Cabup) Muna LM Rusman Emba meminta masyarakat dan pendukungnya untuk tenang. Dia menegaskan apapun hasil putusan MK, harus diterima. Setelah itu, rivalitas harus ditanggalkan.
“Walaupun kita berusaha bagaimana, tapi garis tangan yang menentukan. Rivalitas itu sudah selesai. Mari kembali melakukan kegiatan untuk membangun daerah dan kesejahteraan masyarakat,” terang Rusman kepada Berita Kota Kendari melalui telepon selulernya, Rabu (11/5).
Ia juga meminta kepada elit politik di Muna untuk tidak memprovokasi masyarakat. Sebab, kata dia, perbedaan pilihan hanya terjadi pada saat pemilihan. Setelah itu, seluruh elit harus bersatu untuk membangun daerah.
“Muna itu kampung kita bersama. Semua elit politik harus menerima putusan dari MK,” katanya.
Rusman sendiri masih optimis memenangkan Pilkada Muna. Keyakinan Rusman dilandasi laporan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna yang menganggap pada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) tiga TPS kemarin aman, tidak ada pelanggaran.
“Semua pihak dilibatkan dalam seluruh proses PSU kemarin. Laporan Bawaslu dan KPU RI jelas tidak ada pelanggaran yang terjadi. Semua proses berjalan sesuai aturan yang berlaku,” paparnya.
Baik PSU maupun Pilkada 9 Desesember, Rusman tidak menampik bahwa dirinya kalah. Hanya saja, kata dia, patokannya bukan persoalan menang dua kali. Tetapi, perolehan suara yang diakumulasi antara Pilkada 9 Desember dan PSU.
“Perolehan suara di 321 TPS pada 9 Desember kemarin ditotalkan semuanya. Memang, kita kalah 33 suara. Tetapi, dalam sidang MK, ada tiga TPS yang dibatalkan karena dianggap banyak pelanggaran. Bila dikurangi tiga TPS, maka kami menang 94 suara,” paparnya.
Dengan modal 94 suara itu, PSU dilaksanakan pada 22 Maret 2016. Namun, Rusman-Malik Ditu tetap kalah satu suara dari pasangan LM Baharuddin-La Pili (Dokter Pilihanku). Untuk itu, lanjut Rusman, perolehan 318 TPS diakumulasi dengan tiga TPS itu dihasilkan 93 suara.
“Logikanya adalah akumulasi suara bukan berapa kali menang,” tekannya.
Kalau pun MK menganggap pelaksanaan PSU kemarin terdapat pelanggaran dan dibatalkan, Rusman yakin tetap menang. Sebab, masih ada kuota 94 suara yang diraihnya.
Rusman mengaku, dalam sidang sebelumnya, pihak Dokter Pilihanku meminta dua opsi. Yakni, menginginkan dikembalikan ke hasil Pilkada 9 Desember 2015 lalu. Kedua, permintaan agar dilakukan kembali PSU di 2 TPS, yakni TPS Wamponiki dan Raha 1.
“Namun, ini saya anggap aneh kalau harus diulangi lagi PSU. Sebab, semua prosesnya melibatkan seluruh pihak. Tidak ada masalah di tiga TPS itu,” tuturnya.
Sementara itu, di pihak Dokter Pilihanku belum bisa memberikan jawaban. Baik Baharuddin maupun La Pili, dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak ada yang aktif. (pas-kas/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top