ESDM Minta PT PLM Hentikan Aktivitas Produksi – Berita Kota Kendari
Kasuistika

ESDM Minta PT PLM Hentikan Aktivitas Produksi

Darwin: Tidak Bisa Karena Ada IUP

KENDARI, BKK – Hingga kini, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum mengeluarkan perpanjangan izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi PT Panca Logam Makmur (PLM).

Pasalnya, perusahaan pengeruk emas di Kabupaten Bombana ini belum juga melunasi utang royalti sebesar Rp 8,7 miliar, sehingga berakibat pada pelarangan aktivitas penambangan. IUP PT PLM sudah berakhir sejak Desember 2015.
Kendati demikian, di lingkungan PT PLM disebutkan masih terus melakukan aktivitas. Kegiatan penambangan dilakukan dua perusahaan lain, yakni PT Panca Logam Nusantara dan PT Anugerah Alam Buana Indonesia (AABI).

Salah seorang karyawan yang kini dirumahkan PT PLM, Rois Adrian Candra mengatakan, dirinya masih saja menjadi pengawas sebelum dirinya mengalami pengusiran paksa dari areal perusahaan pada 21 April 2016.

“Sebelum saya diusir, saya masih sempat mengawas jalannya penambangan. Tapi memang PT PLM sudah tidak beroperasi, hanya PT Panca Logam Nusantara dan PT AABI yang menambang,” akunya saat di temui di Abeli beberapa hari lalu.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pengusahaan Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas ESDM Sultra Kamrullah ST mengatakan, IUP PT PLM sudah berakhir dan kemungkinan tidak akan diperpanjang lagi.
Sehingga, menurut dia, di areal PT PLM tidak bisa lagi ada aktivitas penambangan, walaupun itu dilakukan PT Panca Logam Nusantara dan PT AABI. Dan jika masih ada kegiatan berarti PT PLM melakukan penambangan ilegal.
“Kalau ada yang menambang berarti illegal Mining dan itu bisa dilaporkan dan diproses hukum. Kalau kita dapat kita akan laporkan pada penegak hukum,” tegasnya Kamrullah, saat dihubungi melalui telepon selulernya.
Sementara Itu, Plt Direktur PT PLM La Ode Darwin mengakui, bahwa PT Panca Logam Nusantara dan PT AABI sedang melakukan kegiatan produksi. Namun, kata dia, itu tidak masalah.
Sebab, sambung Darwin, selain PT Panca Logam Nusantara dan PT AABI memiliki IUP tersendiri, juga lokasi kegiatan produksi dilakukan di luar areal IUP PT PLM.
Disebutkan, dalam IUP yang dimiliki PT Panca Logam Nusantara dan PT AABI, masing-masing mempunyai lahan kegiatan produksi seluas 2.000 hektare (ha). Lokasi kedua perusahaan itu tepat berbatasan dengan lahan PT PLM.
“Masing-masing PT punya IUP dan kalau kita dilarang (menambang, red), itu tidak bisa. Karena PT Panca Logam Nusantara dan PT AABI ada IUP kok. Memang kalau PT PLM tidak ada lagi kegiatan produksi, karena IUP-nya sudah berakhir dan kita masih menunggu kepastian perpanjangan IUP,” tangkis Darwin, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (10/5).
Darwin mengungkapkan, IUP PT Panca Logam Nusantara akan berakhir pada 2020, sedang IUP PT AABI akan berakhir pada 2021. Dan memang beber dia, antara PT PLM, PT Panca Logam Nusantara, dan PT AABI berada dalam satu grup, namun punya lokasi IUP berbeda-beda. (kas)

To Top