Beranda

403 CPNS Kanwil Kemenag Jalani Prajabatan

KENDARI, BKK – Sebanyak 403 calon pegawai negeri sipil (CPNS) kategori satu (K1) dan K2 lingkup Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menjalani prajabatan, Rabu (11/5).

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Organisasi Tata Laksana (Ortala) dan Kepegawaian Kanwil Kemenag Sultra Muhammad Saleh SAg MPd mengatakan, pendidikan dan pelatihan (diklat) prajabatan ini tenaga honorer K1 dan K2 ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Badan Diklat Makassar dan Kemenag Sultra.

“Diklat ini merupakan kesyukuran bagi peserta. Sebab, selama diklat dilaksanakan di Makassar. Disamping biaya besar, juga akan memakan waktu yang lama. Sementara, di satu sisi CPNS kita ini diberi waktu dalam lima bulan ini untuk prajabatan,” terang Saleh di Asrama Haji Kendari.

Pada gelombang pertama angkatan 22 sampai 26 berjumlah 200 orang yang ditempatkan pada lima kelas. Setiap kelas, sebanyak 40 orang.

“Sisanya, pada gelombang kedua akan dilaksanakan pada 29 Mei berakhir 5 Juni jelang pembukaan puasa,” paparnya.

Seluruh peserta diklat ini, sebut dia, sudah ditempatkan di kabupaten atau kota sesuai dengan penetapan NIP dari BKN. Mereka bertugas di daerah sebagai penyuluh, tenaga administrasi di kantor urusan agama (KUA) dan Kemenag kabupaten atau kota.

“Jadi, seluruh peserta ini tidak ada dari Kanwil Kemenag Sultra,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sultra Muhammad Ali Irfan mengaku, seluruh CPNS ini harus diselesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Sebab, batas SK CPNS mereka hanya dua tahun.

“Sekarang, SKP CPNS mereka tersisa lima bulan. Makanya, kita ingin percepat,” ungkapnya.

CPNS yang sudah mengabdi begitu lama ini, tidak lagi memiliki pemikiran pola lama atau selama ini bermalas-malasan. Menurutnya, walaupun usia CPNS K1 dan K2 ini sudah tua, mereka harus jalankan program yang dia canangkan.

“Untuk menguji para CPNS kita akan minta pengajarnya untuk diajarkan. Sebab, kemampuan penguasaan IT di periode saya berbasis komunikasi melalui email,” tekannya.

Masih kata Ali, tidak ada biaya yang dibebankan kepada CPNS dalam pelaksanaan prajabatan ini. Panitia, hanya menanggung biaya makan dan honor pemateri.

“Kalau soal atribut olahraga, dan sewa asrama ditanggung oleh peserta. Pegawai saya tidak boleh ada yang mengelolah dana CPNS. Kalau ada, saya akan sanksi tegas,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Diklat Keagamaan Makassar Musyarrafah Amin mengaku, standar kelulusan bagi peserta prajabatan dengan nilai 6,1. Di bawah dari itu, yang bersangkutan akan ditunda kelulusannya.

“Nanti dia akan lakukan remedial. Kita tunda kelulusannya, sampai kompetensi itu terpenuhi,” paparnya.

Dalam penilaiannya, sebut dia, ada tes tertulis dan non tertulis. Yang non tertulis ini, kata dia, menyangkut sikap peserta.

“Baik kedisiplinan dan kerjasamanya. Kita utamakan kedisiplinannya. Sebab, penekanan di diklat ini adalah membangun pola pikir CPNS yang lebih baik,” tuturnya. (pas/jie)

To Top