357 Calon Praja IPDN Memperebutkan 28 Kuota – Berita Kota Kendari
Pendidikan

357 Calon Praja IPDN Memperebutkan 28 Kuota

Peserta Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2016. (Nirwan/BKK)

Peserta Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2016. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Sebanyak 357 siswa mengikuti seleksi penerimaan calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Para peserta tetap optimis meskipun kouta yang akan diterima untuk masuk Praja IPDN tahun 2016 ini Sulawesi Tenggara (Sultra) hanya berjumlah 28 orang.
Kepala Bagian (Kabag) Ekstrakurikuler IPDN Sultra Herson Simbolon mengatakan, seleksi penerimaan calon Praja IPDN tahun ini akan dilaksanakan selama dua hari untuk tes tingkat kemampuan dasar (TKD) mulai 11-12 Mei.
Kemudian, hasil yang diperoleh calon Praja IPDN bisa langsung dilihat secara terbuka di monitor yang telah disiapkan. Selain itu, pihaknya juga akan mengumumkan kembali peserta yang memenuhi passing grade pekan depan melalui website IPDN.
“Jika peserta berhasil memenuhi itu (passing grade), akan mengikuti seleksi berikutnya seperti tes kesehatan, psikotes, samapta, dan tes yang terakhir pantohir yang akan dilaksanakan di Jatinangor Sumedang.
“Setelah mereka memenuhi semua persyaratan itu baru mereka masuk pendidikan IPDN selama empat tahun,” ungkap Herson Simbolon saat diwawancarai Rabu (11/5).
Dikatakannya, bagi peserta yang ingin mengikuti seleksi calon Praja IPDN adalah minimal tamat sekolah menengah atas (SMA) dan peserta yang tidak lulus masih diberikan kesempatan selama tiga kali untuk tes kembali di IPDN.
“Jumlah peserta yang mengikuti seleksi calon praja IPDN totalnya sebanyak 357 orang yang memenuhi persyaratan administrasi, sementara kuota yang akan diterima nanti untuk Sultra sebanyak 28 orang,” jelasnya.
Herson mengatakan, passing grade yang harus dipenuhi peserta yakni untuk wawasan kebangsaan 70, TIP 75, dan tes yang lainnya sebesar 126 poin. Ia menegaskan, jika peserta yang tidak memenuhi persyaratan akan berada di zona merah, sedangkan yang memenuhi persyaratan berada pada zona hitam.
“Peserta yang dapat lulus untuk menjadi praja IPDN murni berdasarkan apa yang telah diraih oleh peserta tidak ada yang namanya kongkalingkong. Sebab, dalam seleksi calon Praja IPDN kali ini kami bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jadi, jika mereka memang pintar, rajin dan sehat maka mereka dipastikan bisa masuk,” pungkasnya.
Salah seorang peserta calon Praja IPDN Fadel mengatakan, dirinya sangat berharap bisa tembus sampai jadi Praja IPDN. Meskipun total peserta yang menjadi saingannya sangat banyak, namun dirinya tetap optimis bisa lolos.
“Sebernarnya, IPDN ini merupakan pilihan kedua saya. Pilihan pertama saya setelah lulus sekolah adalah ingin tes Polisi,” ujar Fadil alumni SMAN 2 Raha.
Dikatakannya, yang dites dalam seleksi ini antara lain tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, serta tes karakteristik pribadi. Ia juga mengatakan seleksi ini akan berlangsung selama dua hari.
“Saya mengikuti seleksi IPDN kali ini karena adanya dorongan serta usulan dari kedua orang tua (ortu). Olehnya itu, saya sangat mengharapkan agar saya bisa lolos menjadi Praja IPDN agar orang tua saya bisa merasa senang dan bangga karena saya telah berhasil mengabulkan apa yang telah mereka harapkan selama ini,” tuturnya. (m3/b/pas)

Click to comment
To Top