Nasional

Pilot Mogok, Lion Air Delay Lima Jam

Seorang penumpang pesawat Lion Air di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, tampak emosi setelah penerbangannya ditunda, Selasa (10/5). Penerbangan Lion Air di sejumlah bandara di Indonesia mengalami penundaan lantaran aksi mogok para pilot dan kru Lion Air.

Seorang penumpang pesawat Lion Air di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, tampak emosi setelah penerbangannya ditunda, Selasa (10/5). Penerbangan Lion Air di sejumlah bandara di Indonesia mengalami penundaan lantaran aksi mogok para pilot dan kru Lion Air.

KENDARI, BKK – Para pilot maskapai Lion Air di sejumlah wilayah melakukan mogok terbang, Selasa (10/5), dan menyebabkan ratusan penumpang telantar. Termasuk di Bandara Halu Oleo Kendari.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari menyebutkan, pemogokan tersebut merupakan aksi solidaritas para pilot dan kru lantaran Lion Air disebut-sebut tidak memberikan santunan sesuai aturan ketenagakerjaan. Sehingga hal itu menyulut awak kru untuk mogok bekerja.
Aksi pemogokan tersebut juga dilakukan sejumlah pilot Lion Air di Bandara Halu Oleo, Kendari. Namun tidak diketahui berapa banyak pilot yang melakukan aksi pemogokan tersebut.
Namun yang pasti, ratusan penumpang harus telantar hingga berjam-jam karena jadwal penerbangannya delay atau mengalami penundaan. Bahkan ada yang delay sampai lima jam.
“Iya tadi sempat delay selama lima jam. Sekitar lima penerbangan tadi,” ungkap Kepala Bandara Halu Oleo Kendari, Kolonel (Pnb) Sarmanto yang dihubungi Berita Kota Kendari, tadi malam.
Lima penerbangan dari Kendari yang mengalami delay itu masing-masing beregister JT-991, JT-993, JT-729, JT-995 dan JT-997. Lion Air JT-991 yang dijadwalkan berangkat pukul 07.00 Wita, baru bisa terbang sekitar pukul 10.56 Wita atau tertunda hampir empat jam.
Selanjutnya, pesawat dengan nomor penerbangan JT-993 yang dijadwalkan berangkat pukul 10.15 Wita, baru berangkat sekitar pukul 15.35 Wita atau tertunda lima jam.
Begitu pula pesawat dengan nomor penerbangan JT-729 yang  dijadwalkan pukul 02.35 Wita, baru bisa tinggal landas pada pukul 13.38 Wita. Selanjutnya, pesawat dengan nomor JT-995 dijadwalkan terbang pukul 13.50 Wita, baru bisa berangkat pada pukul 15.09 Wita. Terakhir, pesawat dengan nomor JT-997 dijadwalkan pukul 17.30 baru bisa diberangkatkan pada pukul 19.20 Wita.
“Dua sisanya yaitu JT-727 dan JT-728 schedulenya tetap normal,” kata Sarmanto.
Soal penumpang yang telantar, mereka tetap terlayani. Kepala Seksi Teknik dan Operasi, Bandara Halu Oleo Kendari, Ade Supriatna menambahkan, pihak Lion Air di Kendari memberikan kompensasi sesuai aturan penerbangan jika terjadi delay penerbangan.
“Monitor kami di lapangan, ada kompensasi yang diberikan dari pihak maskapai. Kalau dikatakan kecewa, pasti kecewalah para penumpang karena mereka kan maunya tiba tepat waktu,” kata pria yang akrab disapa Kang Ade ini.
Meski kecewa, namun para penumpang dinilai bertindak sewajarnya. Mereka tidak sampai melampiaskan kekecewaannya dengan cara berlebihan.
“Saya menganggap penumpang di Kendari ini sudah dewasa. Saat tahu apa yang terjadi, mereka sepertinya bisa paham,” lanjutnya.
Pemogokan itu sendiri akhirnya berhasil diselesaikan oleh manajemen Lion Air di Jakarta. Setelah itu, penerbangan pun mulai lancar. Di Bandara Halu Oleo, Lion Air bahkan mengirim dua pesawatnya sekaligus pada sore hari untuk mengangkut penumpangnya yang sudah telantar berjam-jam.
Meski pemogokan berakhir, namun dampaknya dirasakan hingga malam hari. Ade mengakui, ada pesawat Lion Air yang seharusnya mendarat pukul 20.00, namun belum mendarat sampai pukul 22.00 tadi malam.
“Penerbangan terakhir malam itu dari Cengkareng – Kendari via Makassar, JT-726. Infonya jam setengah sebelas malam baru masuk (mendarat),” katanya.
Kang Ade mengatakan, dari informasi yang diterima dari Lion Air, delay penerbangan tersebut hanya terjadi pada Selasa. Dipastikan Rabu hari ini, penerbangan Lion Air akan kembali normal.
Di Jakarta, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menjelaskan bahwa keterlambatan kali ini murni karena kesalahan internal. “Pada hari ini (kemarin) penerbangan Lion Air dari beberapa bandara mengalami keterlambatan atau delay, yang disebabkan oleh adanya beberapa awak pesawat yang sakit dan beberapa awak yang mengalami permasalahan administrasi,” ujar Edward dalam siaran persnya, Selasa (10/5).
Imbasnya, ratusan penumpang terlantar karena tertundanya jadwal penerbangan. Namun kata Edward, saat ini semua sudah bisa diselesaikan.     Meski begitu, pria yang karib disapa Edo ini mengatakan bahwa delay masih akan terjadi pada beberapa rute keberangkatan. Karena itu, pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang sudah mereka timbulkan.
“Operasional penerbangan sudah berlangsung dengan normal. Ke depannya masih akan terjadi beberapa penerbangan yang akan mengalami keterlambatan dan kami akan berusaha untuk mengurangi keterlambatan tersebut. Kami atas nama management Lion Air mohon maaf atas ketidak nyamanan ini,” tandas Edo.
Aksi pemogokan pilot di Bandara Soekarno-Hatta, Tengerang, dan beberapa bandara lainnya. Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha dalam  keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/5), mengatakan pihaknya melakukan komunikasi secara intensif dengan perwakilan Lion Air Group yang ada di bandara.
Farid menyebutkan di antaranya, melakukan antisipasi pengamanan terhadap fasilitas dan pengguna jasa dengan pihak terkait, berperan aktif pendampingan terhadap penumpang, serta memastikan hak-hak penumpang dipenuhi oleh Lion Air Group sesuai ketentuan akibat kejadian ini.
“Sehubungan dengan aksi mogok pilot Lion Air Group yang terjadi di beberapa bandara Angkasa Pura I, kami mengimbau agar penumpang dapat memahami dan bersabar terhadap kondisi ini,” katanya.
Dia merinci sejumlah keterlambatan terjadi di sejumlah bandara di wilayah operasinya, di antaranya Bandara Sam Ratulangi Manado, rincianya JT 741 MDC-UPG-DPS seharusnya berangkat 06.45 WITA, JT 731 MDC-BPN-SUB (06.00 WITA), dan IW 1160 MDC-NAH (07.00 WITA).
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, yakni JT 927 UPG-DPS (06.45 WITA), JT 891 UPG-CGK (08.25 WITA), JT 871 UPG-CGK (09.00 WITA), JT 672 UPG-BPN (09.10 WITA), JT 791 UPG-SUB (09.20 WITA), JT 998 UPG-KDI (08.40 WITA), JT 741 UPG-DPS (09.10 WITA).
Bandara Internasional Lombok, di antaranya JT 654 CGK-LOP-SUB (08.40 WITA), IW 1861/1864 SWQ-LOP-BMU (09.25 WITA), JT 962/JT 865 SUB-LOP-SUB (09.40 WITA).
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, sebagai berikut JT 929 RON-DPS-SUB (06.10 WITA), JT927 UPG-DPS-BTH (08.05 WITA), JT741/746 UPG-DPS-UPG (10.30 WITA).
Bandara Adisutjipto Yogyakarta, JT 273 LOP-JOG (06.20 WIB), JT 279 JOG-BTH (07.00 WIB).

Reaksi Menhub

Maskapai penerbangan Lion Air terancam tidak bakal mengantongi izin rute baru seiring aksi mogok pilot yang mengakibatkan keterlambatan jadwal penerbangan di sejumlah rute. Bahkan izin yang ada pun terancam dibekukan jika keterlambatan penerbangan terus berlarut-larut akibat pemogokan tersebut.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada Dirjen Perhubungan Udara agar memanggil Direktur Utama Lion Air untuk mencari penyebab aksi mogok pilot yang mengakibatkan keterlambatan jadwal penerbangan.
“Nanti kita cek, kalau memang berlarut-larut ya bisa saja nanti dikasih sanksi misalnya tidak dikasih izin rute baru,” katanya di Kompleks Istana Negara, seperti dilansir dari Bisnis.Com, Selasa (10/5)
Bila keterlambatan berlarut-larut, lanjutnya, bisa saja izin rute existing dibekukan.
Namun, pihaknya masih menunggu evaluasi yang tengah dikerjakan oleh Dirjen Perhubungan Udara yang diperkirakan tuntas dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Intinya kalau telatnya banyak ya manajemennya belum bisa memenuhi target ketepatan waktu,” katanya. (pas-jpnn-int/a/aha)

To Top