Lagi, Dua PNS Bombana Terancam Dipecat – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Lagi, Dua PNS Bombana Terancam Dipecat

*Lanjutan Sidang Kode Etik PNS Lingkup Pemkab Bombana

RUMBIA, BKK – Badan majelis sidang kode etik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana kembali menggelar sidang kode etik bagi PNS bermasalah, Selasa (10/5).

Hal ini dilakukan menyusul belum tuntasnya proses sidang yang melibatkan 38 PNS di lingkup pemerintahan Bombana.

Data yang dihimpun, dari 38 PNS bermasalah, terdapat 34 PNS bermasalah karena malas, sisanya tersangkut kasus perselingkuhan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, H Burhanuddin A HS Noy mengatakan, pelaksanaan sidang kode etik ini merupakan upaya Pemkab Bombana dalam meningkatkan kedisiplinan terhadap seluruh PNS di wilayah kerjanya.

“Kita akan terus lakukan sidang kode etik seperti ini guna meningkatkan kedisiplinan pegawai. Sejauh ini, kita sudah menerapkan sejumlah sanksi disiplin terhadap PNS kami yang malas, termasuk sanksi pemecatan,” katanya.

Untuk kasus pemecatan, lanjut Burhanuddin, majelis sidang kode etik baru menjatuhkan sanksi tersebut kepada seorang pegawai karena malas berkantor.

Sementara pada pelaksanaan sidang kode etik kali ini, kata dia, terdapat dua orang dari 38 orang PNS yang mengikuti sidang kode etik ini yang berpeluang mendapat sanksi pemecatan.

Hanya saja, mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara ini, masih enggan menyebut jati diri kedua oknum Aparatus Sipil Negara (ASN) yang terancam mendapat sanksi berat tersebut.

“Beberapa waktu lalu, kita sudah beri sanksi pemecatan bagi seorang PNS yang bertugas di kecamatan Rarowatu. Untuk sidang kode etik kali ini, ada dua PNS yang terancam disanksi berat berupa pemecatan, hanya mohon maaf saya belum bisa bocorkan namanya. Yang pasti keduanya berpeluang mendapat sanksi berat,” ungkap, mantan Kadis perhubungan Sultra ini. (cr2/c/jie)

Click to comment
To Top