KPS Berganti Jadi KKS, Warga Kolut Kebingungan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

KPS Berganti Jadi KKS, Warga Kolut Kebingungan

LASUSUA, BKK – Pergantian Kartu Perlindungan Sosial (KPS) menjadi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) membuat ratusan warga dari berbagai desa di Kolaka Utara (Kolut) kebingungan.

Pasalnya, kurangnya informasi dari Kepala Desa (Kades) membuat sebagian warga terlambat menukar KPS-nya dengan KKS yang baru digulirkan pemerintah pusat.

Ibu Ida (37), warga Desa Lanipanipa yang ditemui saat mengambil KKS di Kantor Pos Lasusua mengaku, dirinya harus rela antre selama 7 jam dengan warga desa lain yang mendapat giliran menerima KKS.

“Iya pak, kita terlambat dapat informasi dari Kades sehingga kita bersama beberapa warga harus bersabar antre dengan warga dari desa lain. Desa Lanipanipa sudah mendapat jatah dilayani sejak 2 hari yang lalu,” kata Ida, Selasa (10/5).

Hal senada diungkapkan Masmiati, warga Desa Petulu Kecamatan Lasusua. Dia juga terlambat mendapat informasi tentang penukaran KPS yang diganti dengan KKS.

“Kita dapat informasi adanya penukaran kartu dari media dan keluarga. Sedangkan Desa Petulua sudah dilayani kantor pos 2 hari yang lalu,” ujar Masmiati.

Kepala Kantor Pos Cabang Lasusua, Suhardi menyatakan, pihaknya akan tetap melayani warga yang terlambat mengambil kartunya karena kurangnya informasi yang diterima warga.

“Pengambilan kartu KKS serentak dilakukan setiap desa. Namun masih ada juga warga yang tidak ikut dan mengambil kartu bersama dengan warga desa lain. Walaupun harus menunggu usai semua warga lain menerima KKS-nya,” kata Suhardi.

Menurut Suhardi, pelayaan KKS dilakukan lansung petugas kantor pos di setiap desa. Namun untuk desa yang dekat dengan kantor pos diharapakan agar mengambil kartunya bersama dengan warga satu desa.

“KPS berlaku dua tahun, untuk tahun 2016 pemerintah pusat menggantinya dengan KKS yang berwarnah merah,” ujarnya.

Pembagian KKS, lanjut Suhardi, tidak lagi melibatkan aparat desa atau Kades untuk membagikan kartu tersebut, pengalaman pembagian KPS banyak warga penerimah namun ada oknum Kades yang tidak mau memberikan kartu warga tersebut.

“Sejak tanggal 5 pembagian KKS di Kolut. Sudah 80 persen warga menerima langsung kartunya,” ujar Suhardi.

Suhardi menegaskan, pihaknya tidak akan melayani warga yang akan melakukan balik nama penerima KKS dan akan tetap melayani langsung warga yang akan menerima KKS-nya dan tidak akan memberikan kartu tersebut pada Kades.

“Warga dari utara yang paling banyak terlambat mengambil KKS-nya terutama warga yang berada di pegunungan. Namun ada sentral pelayaan Kantor Pos Ranting di Kecamatan Ngapa yang melayani pembagian KKS,” imbuh Suhardi. (k2/c/jie).

To Top