Beranda

KAHMI Kendari Nilai Saut Tendensius

Zainal AbidinKENDARI, BKK – Presidium Korps Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Kendari ikut menyatakan sikap perlawanan terhadap pernyataan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang yang terkesan tendensius melecehkan HMI.

Majelis Daerah KAHMI Kota Kendari Zainal Abidin menilai, pernyataan Saut Situmorang jelas sangat tendensius dan pembunuhan karakter serta fitnah kepada HMI. Selain itu, bisa merusak kehormatan dan nama baik HMI baik secara institusional maupun secara personal kader-kader HMI.

Di HMI, kata dia, para kader tidak pernah diajarkan dan dibina untuk menjadi seorang koruptor. Bagi HMI, setiap kader dibina melalui proses perkaderan untuk dapat mengaktualisasikan potensi dirinya agar dapat menjadi seorang kader muslim-intelektual-profesional yang memiliki kualitas insan cita.

“Pernyataan Saut Situmorang ini sangat tidak pantas dilakukan dalam kapasitasnya sebagai seorang pejabat publik yang sesungguhnya telah diikat oleh nilai-nilai dasar pribadi (basic individual values) pimpinan KPK,” kata Zainal Abidin kepada Berita Kota Kendari.

Menurutnya, perang melawan korupsi telah menjadi komitmen bersama anak bangsa. Sebab, korupsi secara faktual telah menggerogoti sendi-sendi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Tidak terkecuali, para kader HMI yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai salah satu elan vital anak bangsa akan terus mendukung dan mendorong kerja-kerja KPK yang dimotori para pimpinannya dalam upaya menabuh genderang perang terhadap para koruptor yang saat ini telah menjadi musuh bersama (common enemy) anak-anak bangsa.

“Oleh karenanya, dibutuhkan pimpinan KPK yang berintegritas, memiliki moralitas, dan sejalan dengan jiwa Pancasila. Bukan pimpinan yang dengan mudahnya membuat pernyataan yang tidak dapat diterima akal sehat, provokatif dan tendensius. Karakter dan perilaku yang demikian sesungguhnya tidak mencerminkan karakter pimpinan KPK yang dituntut untuk senantiasa wajib menjaga kewenangan luar biasa yang dimilikinya demi martabat pimpinan dengan perilaku, tindakan, sikap dan ucapannya,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, KAHMI Kota Kendari mengutuk keras pernyataan Saut Situmorang yang telah sepihak menggeneralisasi bahwa “kader HMI adalah koruptor” dan “kalau sudah menjadi pejabat bisa menjadi koruptor yang sangat jahat”.

Kedua, mendesak Komite Etik KPK untuk segera memeriksa Saut Situmorang dan oleh karenanya menjatuhkan sanksi karena telah dengan jelas melanggar nilai-nilai dasar pribadi (basic individual values) pimpinan KPK yang dirumuskan dalam kode etik pimpinan.

“Mendorong Majelis Nasional KAHMI untuk menempuh upaya hukum dengan melaporkan Saut Situmorang ke Mabes Polri dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 310 jo Pasal 311 KUHP, dan juga kepada Komite Etik KPK dengan aduan telah melakukan pelanggaran kode etik pimpinan KPK,” tuturnya. (pas/jie)

To Top