Aktualita

Bupati Kolut Dorong Anak Dongengkan Cerita Rakyat

RUSDA MAHMUD ikut mendongeng dalam Lomba Dongeng Cerita Rakyat yang digelar Badan Perpustakaan dan PDE Kolaka Utara, Selasa (10/5).

RUSDA MAHMUD ikut mendongeng dalam Lomba Dongeng Cerita Rakyat yang digelar Badan Perpustakaan dan PDE Kolaka Utara, Selasa (10/5).

LASUSUA, BKK — Kemajuan teknologi permainan atau game lebih dirasakan efek negatifnya bagi perkembangan anak-anak. Tak hanya membuat anak-anak terpaku di depan layar, anak-anak juga akan kehilangan kisah-kisah kearifan lokal dan lebih mengandalkan kisah-kisah luar negeri.

Hal tersebut menjadi penekanan Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan Lomba Bercerita Dongeng tingkat Sekolah Dasar yang digelar Badan Perpustakaan PDE Kolut, Selasa (10/5). Lomba tersebut diikuti 38 murid dari berbagai SD/sederajat yang ada di Kolut.
Rusda Mahmud mengatakan, mendongengkan cerita rakyat sangat banyak manfaatnya. Selain merangsang anak-anak untuk membaca, juga menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal.
“Anak-anak harus diberikan pemahaman tentang budaya, etika, norma kesopanan dan kesusilaan. Kegiatan seperti ini sudah sangat tepat,” kata Rusda.
Dia melanjutkan, perkembangan teknologi permainan dewasa ini memang susah dibendung. Karena itu, orangtua dan guru berperan penting dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjatuh dalam pengaruh negatifnya.
“Setiap anak harus bisa diperkenalkan pada teknologi. Namun pengawasan orang tua dan guru dalam memperkenalkan tekonologi harus dilakukan dengan ketat dan memilah” ujar Rusda.
Kepala Bidang Perpustakaan, Dra. Ratna mengatakan, lomba tersebut merupakan rangkaian dari lomba mendongeng yang dilakukan hingga tingkat provinsi. Karena itu, yang keluar sebagai juara satu akan mewakili Kolut di tingkat tingkat provinsi.
“Dalam lomba ini, yang dinilai bukan hanya saja cara anak bercerita namun yang dinilai juga bagaiman anak tersebut dapat berakting melalui gerak dan penguasaan panggung,” ujar Ratna.
Ratna menambahkan cerita dongeng daerah yang diangkat yakni cerita rakyat Oheo, Anak Yatim, Indara Pitaraa dan Siraapare.
Rusda sendiri tampak antusias mengikuti jalannya lomba. Dia bahkan ikut mendongeng di urutan ke delapan, dengan mengangkat kisah Si Pintar dan Si Bodoh, mengisahkan dua sahabat di sebuah pesantren. Kepiawaian Rusda dalam mendongeng pun membuat takjub peserta.
Rusda kemudian menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan pada desa pemenang lomba perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Kolaka Utara tahun 2016. (k2/b/aha).

To Top