Polisi Ringkus Otak Pemerkosaan Sadis – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polisi Ringkus Otak Pemerkosaan Sadis

Empat Pemerkosa Lainnya Masih Dikejar

RAHA, BKK– Aparat Polres Muna berhasil menangkap satu orang pelaku penculikan dan pemerkosaan seorang gadis yang dilakukan secara sadis di kawasan hutan di Desa Lambiku, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, pada akhir April lalu.

Pelaku yang diinisialkan LB (28) tersebut diringkus oleh tim Buru Sergap Polres Muna, di Desa Sinar Surya, Kecamatan Kambara, Kabupaten Muna Barat pada Minggu (1/5) sekitar pukul 05.00. LB sendiri diketahui sebagai otak pelaku penculikan dan pemerkosaan terhadap korban yang disamarkan dengan nama Bunga.
Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta SIK melalui Kasat Reskrim Polres Muna AKP Luhter Far Far SIK menuturkan, pemerkosaan tersebut dilakukan beramai-ramai oleh LB dan empat rekannya setelah mereka menenggak minuman keras di Desa Motawe, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna. LB berperan sebagai pencetus ide biadab tersebut dan paling banyak terlibat.
Aksi ini memang tergolong amat biadab. Dari keterangan Bunga, pada Sabtu (30/4) malam sekitar pukul 22.30, dia dibonceng oleh rekannya, R, melintasi Desa Lambiku. Karena kebelet buang air kecil, Bunga meminta R untuk diturunkan di sebuah sumur.
“Mereka merasa aman di situ karena hanya berjarak sekitar 100 meter dari teman korban lainnya,” kata AKP Luther.
Usai buang air kecil, korban langsung naik ke atas motor teman prianya itu. Namun tiba-tiba datang lima pria yang mengendarai dua sepeda motor dan menghampiri korban.
Melihat salah satu dari mereka memegang parang, R yang ketakutan lantas mematikan mesin motornya. Ketakutan itu pun menjadi kenyataan saat pria pemegang parang itu turun dan langsung mengacungkan parang ke Bunga dan R.
Dikelilingi lima pria dewasa yang mengembuskan aroma miras serta ancaman senjata tajam, R tak berdaya saat pelaku lain menculik Bunga dan menaikkannya secara paksa ke salah satu motor. Bunga diapit oleh satu pria di depan dan dibelakangnya. Mereka tancap gas meninggalkan R.
Para pelaku yang semuanya warga Motewe itu kemudian menyeret Bunga ke sebuah kawasan hutan di desa tersebut. Di sinilah kebiadaban itu berlangsung. Mula-mula, mereka melucuti dengan paksa seluruh pakaian korban hingga tak menyisakan sehelai benang pun.
Korban yang sudah dalam kondisi tanpa busana itu sempat mengelabui para pelaku. Dalam keadaan telanjang bulat, Bunga berlari menerobos hutan. Namun dia dikejar beramai-ramai oleh para pelaku dengan senjata tajam yang digambarkan seperti perburuan binatang.
Remaja yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA itu akhirnya berhasil ditangkap. Kelima pemuda ini pun leluasa melancarkan aksi bejatnya.
“Ada yang bertindak memegang tangan korban, ada yang menyumbat mulut korban dan yang lainnya memerkosa korban secara bergiliran,” kata AKP Luther.
Usai menjalankan aksi jahatnya itu, para pelaku kabur dan meninggalkan Bunga sendiri.
LB kini sudah meringkuk di tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara empat pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya masih dikejar. “Semuanya kita tetapkan sebagai buron. Masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang),” tegas Kasat Reskrim.
Polisi sudah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat para pelaku dengan hukuman seberat-beratnya. Pasal yang dimaksud adalah penculikan dan pemerkosaan.
“Atas perbuatan LB kita jerat pasal tentang persetubuhan, pencabulan dan pemerkosaan yaitu pasal 81 ayat 1, pasal 82 ayat 2 UU nomor 3 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman  15 tahun pidana panjara,” pungkasnya. (cr1/a/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top