Golkar Sultra Bergejolak – Berita Kota Kendari
Suksesi

Golkar Sultra Bergejolak

Tahir Kimi saat memimpin demonstrasi di DPD Golkar Sultra. (ist)

Tahir Kimi saat memimpin demonstrasi di DPD Golkar Sultra. (ist)

KENDARI, BKK – Buntut pemecatan tiga kader Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra), membuat partai berlambang beringin ini kembali bergejolak.

Senin (9/5), puluhan massas yang mengatasnamakan Aliansi Konstituen Golkar (AKG) Sultra berunjuk rasa di depan Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sultra. Mereka memprotes langkah Ketua DPD Golkar Sultra Ridwan Bae yang mengusulkan pemecatan tiga kader.

Koordinator AKG Sultra Tahir Kimi mengingatkan kepada Ridwan Bae agar menjaga keutuhan partai tua ini. Menurutnya, pemecatan terhadap Rizal, Mudin Musa dan dirinya sendiri, merupakan rekayasa dari Ridwan Bae Cs.

“Ini semua rekayasa dari Ketua DPD Golkar Sultra Ridwan Bae. Apa maunya sehingga memecat beberapa kader yang tidak ditahu landasan hukumnya,” protes Tahir Kimi saat memimpin orasi di depan Kantor DPD Golkar Sultra.

Selain itu, Tahir ikut memprotes langkah DPD Golkar Sultra yang menonaktifkan lima kepengurusan di DPD kabupaten atau kota. Kelimanya adalah Buton Tengah (Buteng), Buton Selatan (Busel), Buton, Konawe dan Kolaka.

Menurut Tahir, tidak ada alasan untuk menonaktifkan kepengurusan di daerah. Ia juga menilai, langkah Ridwan Bae bertentangan dengan landasan konstitusi partai, khususnya jelang Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali 15-17 Mei 2016.

“Langkah ini sangat bertentangan dengan semangat kepartaian. Ridwan Bae terlalu arogan dalam memimpin partai ini,” ungkapnya.

Ia mengaku, semangat rekonsiliasi yang dilakukan oleh petinggi Golkar di pusat tidak ada saling pecat memecat. Baik di kubu Agung Laksono, maupun di kubu Aburizal Bakrie. Kesepakatan ini juga, telah dibicarakan bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga tokoh senior Golkar.

Untuk itu, harap dia, seluruh tokoh Golkar di pusat untuk melihat dan mendengar aspirasi mereka. Ia berharap, Ketua DPR RI Ade Komaruddin yang juga akan maju di Munaslub nanti memperhatikan nasib kader yang telah dipecat dan dinonaktifkan kepengurusannya.

“Ketua DPD Golkar Sultra kami nilai telah membabi buta dalam mengambil keputusan. Kami harap di pusat memperhatikan secara khusus masalah di Sultra,” harapnya.

Tahir menuturkan, seluruh kader yang dipecat maupun yang dinonaktifkan kepengurusannya di daerah, telah mewakafkan dirinya untuk berpartai di Golkar. Namun, cara-cara yang dilakukan Ridwan Bae sangat tidak etis dengan memecat kader.

“Sangat aneh kalau partai sebesar Golkar ini merusak upaya rekonsiliasi. Keputusan Ridwan Bae mengusulkan pemecatan dan penonaktifan kepengurusan adalah langkah yang keliru,” tuturnya. (pas)

Click to comment
To Top