Alumni HMI Sultra Ikut Aksi Simpatik di Bundaran HI – Berita Kota Kendari
Aktualita

Alumni HMI Sultra Ikut Aksi Simpatik di Bundaran HI

Aksi damai yang digelar Kahmi Sultra di Bundaran Hotel Indonesia (08/05).

Aksi damai yang digelar Kahmi Sultra di Bundaran Hotel Indonesia (08/05).

Dorong KAHMI Proses Hukum Saut Situmorang

JAKARTA, BKK – Gelombang protes terhadap Saut Sitomurang (Wakil Pimpinan KPK) terus dilakukan keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di berbagai daerah tak tercuali KAHMI Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka ikut pada acara aksi simpatik disela-sela jalan sehat di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (8/5).
Para aktivis KAHMI mengenakan kaos putih bertuliskan “Saya Alumni HMI, Saya Bukan Koruptor” sebagai bentuk protes terhadap Saut Situmorang yang dianggap menghina HMI.
“Kami dari keluarga Alumni HMI Sultra baik yang berdomilisi di Jabodetabek maupun yang berasal dari Kendari, sengaja berkumpul di Jakarta dan menggelar jalan aksi damai melalui jalan sehat sebagai bentuk protes kami pada Saut Situmorang yang telah melecehkan keluarga besar HMI dan KAHMI,” kata Edy Gunawan, salah seorang alumni HMI Cabang Kendari.
Sebelum membubarkan diri, mereka juga menyempatkan berbaur dengan mahasiswa berbagai kampus yang menggelar aksi anti korupsi untuk Indonesia yang bermartabat.
Dijelaskan, aksi tersebut bentuk respons atas pernyataan salah satu pimpinan KPK, Saut Situmorang ketika menjadi narasumber dalam sebuah acara TalkShow bertajuk Benang Merah “Harga Sebuah Perkara” di salah satu televisi swasta nasional pada Kamis 5 Mei 2016. Saut menyatakan bahwa alumni HMI menjadi korup ketika menjadi pejabat.
“Pernyataan Saut Situmorang ini telah dengan jelas melukai para kader HMI karena telah menggeneralisasi bahwa “kader HMI adalah koruptor” dan “kalau sudah menjadi pejabat bisa menjadi koruptor yang sangat jahat,” ujarnya kepada jurnalis BKK melalui telepon seluer.
Menurut mantan Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo (UNHALU) ini , Saut telah merusak kehormatan dan nama baik HMI baik secara institusional maupun secara personal kader-kader HMI. Di HMI, para kader tidak pernah diajarkan dan dibina untuk menjadi seorang koruptor.
Peserta aksi lainnya, Wakil Ketua DPRD sekaligus Presidium KAHMI Butur, Abdul Salam Sahadia mengatakan, bagi HMI, setiap kader dibina melalui proses perkaderan untuk dapat mengaktualisasikan potensi dirinya agar dapat menjadi seorang kader muslim intelektual dan profesional yang memiliki kualitas insan cita.
“Pernyataan Saut Situmorang ini sangat tidak pantas dilakukan dalam kapasitasnya sebagai seorang pejabat publik yang sesungguhnya telah diikat oleh nilai-nilai dasar pribadi (basic individual values) pimpinan KPK,” tuturnya.
Ditegaskan, perang melawan korupsi telah menjadi komitmen bersama anak bangsa. Betapa tidak, korupsi secara faktual telah menggerogoti sendi-sendi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Tidak terkecuali, para kader HMI yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai salah satu elan vital anak bangsa akan terus mendukung dan mendorong kerja-kerja KPK yang dimotori para pimpinannya dalam upaya menabuh genderang perang terhadap para koruptor yang saat ini telah menjadi musuh bersama (common enemy) anak-anak bangsa.
Oleh karenanya, dibutuhkan pimpinan KPK yang berintegritas, memiliki moralitas, dan sejalan dengan jiwa Pancasila. Bukan pimpinan yang dengan mudahnya membuat pernyataan yang tidak dapat diterima akal sehat, provokatif dan tendensius.
Menurutnya karakter dan perilaku Saut, tidak mencerminkan karakter pimpinan KPK yang dituntut untuk senantiasa wajib menjaga kewenangan luar biasa yang dimilikinya demi martabat pimpinan dengan perilaku, tindakan, sikap dan ucapannya.
Dalam pernyataan sikapnya yang diterima Harian BKK, KAHMI Sultra menyatakan mengutuk keras pernyataan Saut Situmorang yang telah sepihak menggeneralisasi bahwa “kader HMI adalah koruptor” dan “kalau sudah menjadi pejabat bisa menjadi koruptor yang sangat jahat”.
KAHMI Sultra meminta kepada Saut Situmorang meminta maaf kepada HMI dan kader-kadernya secara terbuka melalui media cetak dan elektronik.
KAHMI Sultra mendesak Komite Etik KPK untuk segera memeriksa Saut Situmorang dan oleh karenanya menjatuhkan sanksi karena telah dengan jelas melanggar nilai-nilai dasar pribadi (basic individual values) pimpinan KPK yang dirumuskan dalam kode etik pimpinan KPK.
KAHMI Sultra mendorong Majelis Nasional KAHMI untuk menempuh upaya hukum dengan melaporkan Saut Situmorang ke Mabes Polri dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 310 jo Pasal 311 KUHP, dan juga kepada Komite Etik KPK dengan aduan telah melakukan pelanggaran kode etik pimpinan KPK. (lex)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top