Aksi Konvoi dan Corat-Coret Seragam Sulit Dihindari – Berita Kota Kendari
Beranda

Aksi Konvoi dan Corat-Coret Seragam Sulit Dihindari

Para siswa di wisata Mangrove Bungkutoko dengan baju penuh coretan. (Nirwan/ BKK)

Para siswa di wisata Mangrove Bungkutoko dengan baju penuh coretan. (Nirwan/ BKK)

KENDARI, BKK – Kendati siswanya tidak terlibat, Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMAN) 1 Kendari, Drs Muhamad Ali, menyayangkan aksi konvoi dan corat-coret seragam yang dilakukan sejumlah siswa dalam merayakan kelulusannya.

Menurutnya, aksi konvoi maupun coret-coret seragam ini terjadi dari adanya penggabungan dari beberapa sekolah yakni SMAN 4 Kendari dan SMAN 9 Kendari.
“Sebenarnya kami selaku penanggung jawab di sekolah sudah mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi, namun berdasarkan pengamatan saya jumlah siswa SMAN 1 Kendari yang lakukan konvoi maupun coret-coret seragam lebih sedikit dibanding pada tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Drs Muhamad Ali R, Minggu (8/5).
Dikatakannya, untuk menghindari agar hal itu tidak terjadi, pihak sekolah melakukan pengumuman dengan sistem online yakni lewat webside sekolah kemudian hasil Ujian Nasional (UN) ini pihak sekolah mengirimkan ke email siswa yang bersangkutan. Hasil UN ini dikirimkan ke email siswa pada pukul 13.00 Wita.
“Saya sangat sayangkan hal ini bisa terjadi, sebab bukan itu yang kita inginkan. Karena selaku penanggung jawab sekolah konvoi maupun coret-coret seragam merupakan budaya buruk yang harus diberantas,” pungkasnya.
Namun, ucap dia, segigih apupun usaha yang dilakukan pihak sekolah untuk mencegah agar para siswa tidak merayakan kelulusannya dengan konvoi dan coret seragam, pasti akan sulit untuk terhindar sebab semua itu terjadi sebagai bentuk bahagia dan untuk menyampaikan rasa senang siswa karena telah lulus UN.
“Sehingga menurut saya strategi apapun yang kita gunakan akan sulit untuk terhindari. Namun kami tidak akan putus asa untuk terus mengingatkan kepada siswa ataupun ade kelas mereka agar tidak meniru apa yang telah dilakukan oleh senior mereka,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Azhar menilai, hal ini juga sangat menyayangkan. Kata dia, aksi corat coret yang dilakukan siswa dikarenakan jadwal pengumuman kelulusan yang jatuh dihari libur sekolah, sehingga tidak ada pengawasan dari guru.
“Masalah ini tidak dapat dilempar menjadi tanggung jawap sekolah atau guru, sebab yang memiliki peran besar atas terjadinya hal ini adalah orang tua siswa,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan wartawan media ini, di salah satu tempat wisata Mangrove Bungkutoko, terlihat beberapa siswa secara bergerombol menghabiskan waktu dengan pakaian putih abu-abu yang penuh dengan coretan spidol. Para siswa ini juga awalnya melakukan konvoi di taman Kota Kendari hingga menuju tempat wisata.
Menurut salah satu siswa yang tidak ingin disebutkan namanya, ditemui di tempat wisata mangrove, Sabtu (7/5) menuturkan, aksi ini merupakan bentuk ekspresi uangkapan senang atas kelulusan yang didapatkan. Meski dilarang, para siswa tetap melakukannya sebab ini juga merupakan tradisi yang hanya terjadi sekali seumur hidup.
“Kita tahu kalau ini dilarang, tapi mau diapa ini tradisi yang akan menjadi kenangan kita seumur hidup,” pungkasnya. (m3/m2/c/jie)

To Top