Kasuistika

Napi Narkoba Terus Bertambah, Ada Satu Anak di Bawah Umur

KENDARI, BKK – Narapidana (Napi) kasus narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba) di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Klas II A Kendari terus bertambah hingga melebihi kapasitas. Tidak tanggung-tanggung jumlah napi akibat barang haram tersebut sudah mencapai 159 orang.

“Jumlah napi narkoba sudah over kapasitas. Saat ini ada sebanyak 159 orang, ada sembilan perempuan dan sisanya laki-laki. Idealnya kapasitas blok narkoba tidak lebih dari 100 orang,” terang Kalapas Klas II A Kendari Muchlis Adjie B IP SH MSi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/5).
Sehingga, untuk mengakali hal itu jelas Muchlis, sebagian napi narkoba telah ditampung menggunakan satu blok tahanan pidana umum. Sehingga dengan hanya kapasitas 100 orang maka pihaknya tidak bisa membatasi kehidupan para napi narkoba yang telah bergaul dengan napi kasus lainnya.
“Mereka bebas bergaul. Tidak bisa kami batasi terus menerus, karena kondisinya sudah tidak memadai lagi. Kalau napi pidana umum sudah memadai, tapi kalau napi narkoba tentunya kita tidak bisa lagi menampung dari rutan (rumah tahanan negara) lain,” tandasnya.
Muchlis merinci, dari 159 jumlah napi narkoba, 18 diantaranya merupakan bandar, 139 pengedar, dan dua pemakai murni. Bahkan, beber dia, dari ratusan jumlah napi itu ada sala satu napi anak-anak belasan tahun berinisial De yang diduga sebagai pengedar.
“Tapi setelah kami tanya dia De, red) itu disuruh oleh seseorang untuk mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu,” ujarnya.
Cara lain untuk mengurangi kelebihan tahanan narkoba, ungkap Muchlis, pihaknya melakukan pendistribusian napi. Dimana napi yang terjerat Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 didstirbusi ke rutan lain yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sedangkan yang dari rutan yang dikatagorikan sebagai pengguna narkoba kelas tinggi distribusi di lapas.
Ratusan napi tersebut merupakan hasil tangkapan petugas narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sultra dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra.
Untuk mengantisipasi dan mengawasi peredaran narkoba di lapas, pihaknya selalu menggeledah setiap pengunjung dengan menggunakan metal detektor, agar mengetahui penyelundupan barang-barang yang tidak dibolehkan untuk dibawa di Lapas. Di antaranya hanphone (hp) dan semcamnya.
“Mengantisipasi mereka jangan sampai membawa masuk barang -barang sarana prasana, seperti botol dan pipet, yang bawah makanan digeledah oleh sipir, termasuk selesai kunjungan juga diperiksa. Kalau untuk sipir sendiri dari pihak internal yang memeriksanya,” tutupnya. (p4/c/kas)

To Top