Dugaan Ijazah Palsu Ketua DPRD Konut, Sudah Dua Tahun, Tak Ada Kabarnya – Berita Kota Kendari
Headline

Dugaan Ijazah Palsu Ketua DPRD Konut, Sudah Dua Tahun, Tak Ada Kabarnya

UNAAHA, BKK– Kasus pemalsuan ijazah yang diduga dilakukan Ketua DPRD Konawe Utara, Jefri Prananda, tak pernah lagi terdengar kabarnya. Kasus yang sudah berjalan selama dua tahun ini pun dinilai sudah mengendap di meja penyidik.
Penilaian tersebut disampaikan puluhan massa yang tergabung dalam Garuda Muda Konawe Utara, saat mendatangi Mapolres Konut, Senin (2/5). Mereka mempertanyakan apa alasan polisi belum juga menyelesaikan penyelidikan kasus tersebut.
Koordinator lapangan aksi, Rolansyah menjelaskan, kasus tersebut dilaporkan pada 7 Juni 2014, dengan nomor registrasi STPL/117/VI/2014/Sultra/ResKonawe/SPKT. Tetapi dua tahun berjalan, kasus itu tidak jelas ujungnya.
Dia menegaskan, tidak ada alasan penyidik untuk menangguhkan proses penyelidikannya. Pasalnya bukti pendukung untuk menjerat Jefri sudah memenuhi unsur pidana.
“Surat Kepala Kopertis wilayah IX nomor 1803QK/xS1.02/2015 bahwa saudara terlapor (Jefri) tidak terdaftar. Dan pihak Kopertis siap diapanggil untuk memberikan keterangan,”tuturnya.
Kemudian, tambah dia, yang bersangkutan berdasarkan surat pernyataan Kemendikti Nomor 420/B/LL/2015, tidak terdaftar dalam pangkalan data perguruan tinggi swasta.
“Dipertegas pula surat dari Universitas Hasanuddin Fakultas Hukum Jefri Prananda masih terdaftar sebagai mahasiswa pada 2010 dan sampai saat ini belum pernah mengambil surat keterangan pindah (integrasi) ke perguruan tinggi lain. Sehingga kami meminta penyidik untuk segera menuntaskan perkara hukum ini,”paparnya.
Jefri merupakan mahasiswa Unhas Makassar yang disanksi Drop Out (DO). Namun belakang memiliki ijasah dari Universitas Satria Makassar.
Sementara Kapolres Konawe, AKBP Jemi Junaidi yang menemui massa mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih konsisten menjalankan tugas dan fungsinya. Berkait kasus Jefri Prananda, lanjut dia, saat ini penyidik masih terus berupaya mengungkap pelanggaran pidananya.
“Minggu depan laporan kasus ini akan kita gelar perkara. Dan saya undang teman-teman (pendemo) untuk hadir. Karena dalam gelar perkara nanti akan ada hasil dari kerja polisi dalam kasus ini,” tandasnya.
Dikatakan, keterlambatan perkara tersebut karena pihaknya masih mengejar dan menganalisa dokumen-dokumen pendukung lainnya. Baik yang sumbernya dari perguruan tinggi, Dikti maupun KPUD. Karena di KPUD Konut terdapat berkas pendaftaran Caleg yang bersangkutan.
Sementara Kasat Reskrim, AKP Yunar Hotma Parulian Sirait mengaku, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada perguruan tinggi yang menerbitkan ijazah ini. Dan pihak rektorat menyatakan ijazah itu asli, namun memang prosesnya yang tidak prosedural.
“Tinggal pemeriksaan ahli. Dan berkasnya sudah rampung. Minggu depan gelar perkara dilakukan. Bukan karena nanti adanya aksi ini, tetapi memang lebih awal sudah diagendakan,”jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa dalam kasus perkara hukum ini, pihaknya terus bekerja untuk menyelesaikan kasus tersebut. (cr4/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top