BEM FISIP Gelar Seminar Nasional – Berita Kota Kendari
Pendidikan

BEM FISIP Gelar Seminar Nasional

Suasana Seminar Nasional Yang Berlangsung di Aula FISIP. (Nirwan/BKK)

Suasana Seminar Nasional Yang Berlangsung di Aula FISIP. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar seminar nasional yang bertemakan politik, pemuda dan perempuan.
Seminar ini berlangsung di Aula FISIP yang diikuti puluhan mahasiswa FISIP dari berbagai program studi (prodi).
Pemateri Seminar Nasional, Isyana Bagoes Oka mengatakan, kegiatan bertujuan untuk mengisi kuliah karena temanya terkait politik, pemuda dan perempuan. Menurutnya, pemuda merupakan agen perubahan dalam sejarah perjalanan bangsa.
“Kami pilih pemuda menjadi ujung tombak dari pergerakan-pergerakan berbagai hal, termasuk partai politik. Selama ini, kebanyakan pemuda hanya dijadikan sebagai bagian dari sayap-sayap partai, tapi tidak pernah betul-betul dijadikan untuk menjadi ujung tombak sebagai pengurus harian partai politik,” ungkap Isyana Bagoes Oka kepada Harian Berita Kota Kendari, Senin (2/5).
Di partai yang dipimpinnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), pemuda dijadikan sebagai unjung tombak. Sebab, syarat untuk menjadi pengurus aktif PSI ada dua indikator yakni maksimal usianya 45 tahun dan tidak pernah menjadi pengurus harian aktif di partai politik manapun.
“Kita memilih pemuda karena kami anggap sebagai orang-orang yang idealis, gesit, dan cerdas. Disamping itu, pemuda bila melakukan kunjungan bisa dengan menggunakan bus,” ujarnya.
Ia menaruh harapan kepada pemuda dan menjadikannya sebagai ujung tombak dan bukan menjadi sayap-sayap parpol.
“Saya ingin shearing dengan para mahasiswa supaya tidak alergi untuk masuk dalam politik praktis. Karena, biar bagaimanapun juga pemuda itu merupakan tulang punggung sejarah bangsa Indonesia dan pemuda itu adalah harapan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dekan FISIP Dr Bachtiar mengaku, kegiatan ini berkaitan dengan partisipasi politik perempuan terutama mahasiswa dan pemuda.
“Disamping itu, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada pemuda terkait persoalan kepartaian yang terjadi di Indonesia. Terpenting, pemahaman parpol sebagai salah satu pilar demokrasi, karena tanpa partai politik maka demokrasi itu tidak akan pernah ada,” paparnya.
Untuk itu, sambung dia, mahasiswa harus diperkenalkan dan mengetahui perjalanan partai politik didirikan.
“Yang bawakan materi ini merupakan mantan jurnalis yang berpengalaman. Sehingga, dalam kegiatan ini saya mengundang mahasiswa komunikasi dan mahasiswa jurnalistik,” katanya.
Ia menuturkan, mahasiswa janganlah takut dan alergi terhadap politik. Sebab, politik itu sangat penting.
“Ada dua hal yang saya sangat harapkan tentang komunikasi politik itu penting bagi jurusan dan mahasiswa komunikasi dan jurnalistik. Disamping itu konten dari komunikasi politik adalah kelangsungan dan kehidupan berpolitik dalam arti wadahnya itu adalah partai,” tuturnya. (m3/c/pas)

To Top