Tangkapan Kayu 70 Kubik Asal Butur Belum Miliki Tersangka – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Tangkapan Kayu 70 Kubik Asal Butur Belum Miliki Tersangka

KENDARI, BKK – Penyidik Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) pada Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), rupanya belum menetapkan satu tersangka pun dalam kasus dugaan penyelundupan kayu sebanyak 70 meter kubik asal Buton Utara (Butur). Padahal, kayu puluhan kubik yang dimuat dalam dua kapal tersebut sudah10 hari diamankan, yakni pada Jumat (22/4).
Kendati dua kapal tanpa nama beserta muatannya telah diamankan di pelabuhan Ditpolair, namun penyidik masi berpendapat masih harus melakukan penyelidikan guna menentukan tersangka.
Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan, karena pada saat penangkapan tidak ditemukan pemilik kayu ataupun nakhoda dan anak buah kapal (ABK).
Meski demikian, dia memastikan, kasus itu tetap akan dituntaskan penyidik. Kini petugas sudah berada di Butur untuk mencari pemilik kayu.
“Masih dicari pemili kayu. Karena, saat penangkapan tak satu pun orang yang dinilai bertanggung jawab ditemukan,” terang Dolfi, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (1/5).
Perwira polisi dengan satu melati di pundak ini membeberkan, dalam kasus ini penyidik sudah melakukan lacak balak dan terbukti kayu-kayu itu berasal dari kawasan hutan lindung.
Diketahui, Ditpolai Polda Sultra berhasil mengamankan dua kapal yang memuat kayu ilegal sebanyak 70 meter kubik, Jumat (22/4) sekitar pukul 10.00 Wita. Masing-masing kapal diperkirakan memuat 35 meter kubik.

Kayu tersebut rencananya akan dibawa ke Pulau Jawa, namun berhasil digagalkan polisi. Kayu itu tidak dilengkapi dokumen resmi dan tanpa mempunyai izin pelayaran.

Lebih lanjut Dolfi mengatakan, bila terbukti bersalah, para pelaku dijerat Pasal 88 ayat (1) huruf b dan c dan Pasal 14 huruf b dan c Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan, dengan ancaman pidana selama lima tahun penjara. (kas)

Click to comment
To Top