Kasuistika

Tagih Utang Pakai Parang, Warga Wangiwangi Ini Didor Mata Kirinya

Korban dan Selaku Adalah PNS di Wakatobi

KENDARI, BKK – Gara-gara tagih utang terkesan memaksa dengan menggunakan sebilah parang, Martona alias Tona (33) nyaris tewas di tangan Muliyono (50).

Tona hanya bisa menjerit kesakitan saat dibawa di rumah sakit (RS), setelah peluru senjata api (senpi) rakitan jenis revolver bersarang di mata kirinya. Untungnya, tembakan Muliyono agak sedikit meleset dari bagian tubuh yang sensitif.

Insiden perselisihan dua warga Kecamatan Wangiwangi Kabupaten Wakatobi yang sama-sama berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) ini terjadi, Sabtu (30/4).

Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh mengatakan, nasib apes menimpa Tona bermula sekitar pukul 06.00 Wita. Dimana, Tona datang di rumah milik Muliyono yang berada di Teekosapi Kelurahan Wanci Wangiwangi dengan membawa sebilah parang, untuk menagih utang.

Melihat Muliyono sedang bersantai di teras rumahnya, tanpa banyak tanya Tona langsung memarangi Muliyono, tepat mengenai leher. Hanya saja, tidak mengakibatkan luka, karena parang tersebut masih terbungkus koran dan diikat menggunakan tali rafia.

Setelah itu Tona, meminta Muliyono untuk membayar utangnya sebesar Rp 4 juta. Karena menyadari dirinya bersalah, Muliyono berjanji akan membayar utang tersebut.

“Iya, nanti saya bayar,” ujar Dolfi menirukan kata-kata Muliyono.

Sayang, Tona terus memaksa Muliyono. Bahkan, Tona meminta motor sebgai tembusana utang.

Tetapi Tona meminta motor yang masih bagus. Muliyono pun menyanggupi permintaan warga Topa itu.

Muliyono pun bergegas dari teras rumah menuju kamar untuk mengambil kunci motor dan Tona mengikuti Muliyono daro belakang.

Pada saat tersangka (Muliyono, red) membuka laci lemari, tersangka mengambil senpi rakitan kemudian mengisikan peluru. Setelah itu tersangka menuju teras rumah untuk mengambil motor yang ingin diserahkan kepada korban (Tona, red). Tapi Muliyono saat itu dalam posisi sudah memegang senpi,” urai perwira polisi dengan satu melati di pundak ini.

Namun saat Muliyono hendak membunyikan motor, jelas Dolfi, Tona langsung menghunus parangnya dari dalam sarungnya dan diayunkan kearah Muliyono. Spontan langsung menembak Tona sebanyak satu kali yang mengakibatkan korban mengalami luka pada mata kiri.

Disebutkan, dalam kejadian itu petugas Kepolsian Sektor (Polsek) Wangiwangi berhasil mengamnakan beberapa barang bukti, yakni dua buah senpi rakitan lima butir peluru revolver kaliber 38, empat butir peluru SS1 kaliber 5,56, dan satu butir selongsong peluru revolver.

“Tersangka saat ini sementara dalam pemeriksaan intensif di Polsek Wangiwangi. Sementara korban sedang menjalani perawatan di RSUD Wakatobi dan rencana hari ini (kemarin, red) akan di rujuk ke Makasar untuk mengangkap proyektil yang masih bersarang di mata,” jelas Dolfi. (kas)

To Top