SMPN 5 Kendari Perketat Pengawasan terhadap Siswa – Berita Kota Kendari
Beranda

SMPN 5 Kendari Perketat Pengawasan terhadap Siswa

Mansur Mokuni SPd MPdTerkait Bahaya Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba

KENDARI, BKK – Narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang (narkoba) sudah memasuki dan meracuni peserta didik, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Kendari lakukan pengawasan ketat kepada siswa agar tidak terjerumus menggunakan narkoba.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 5 Kendari, Mansur Mokuni SPd MPd, mengatakan,  di SMPN 5 Kendari tahun lalu memang ada beberapa yang terindikasi penyalahgunaan, namun mereka bukan menggunakan narkoba. Tetapi mereka menggunakan lem fox, bensin, dan beberapa obat penenang yang disebut dengan mumbul.
“Dan siswa yang bersangkutan langsung kami keluarkan pada saat itu, sebab kami tidak ingin lebih banyak siswa kami yang terjaring seperti itu,” ungkap Mansur Mokuni saat diwawancarai Sabtu (30/4).
Bahkan, sambung dia, sampai sekarangpun pihaknya tetap melakukan razia kepada siswa. Jika ada siswa yang memang menggunakan narkoba dan obat terlarang lainnya, maka pihak sekolah akan melakukan pembinaan kepada siswa yang bersangkutan dan memanggil orang tuanya setelah itu dilakukan teguran. Kalau siswa yang bersangkutan tidak bisa berubah maka pihak sekolah akan giring kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari.
“Hampir setiap bulan kami memanggil pihak BNN untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba dikalangan pelajar, agar peserta didik paham bahwa narkoba itu ternyata sangat bahaya sehingga mereka tidak mencobanya,” paparnya.
Diakatakan, sedangkan untuk internal sekolah sendiri pihaknya lakukan pengawasan secara ketat baik dari temannya, tetangganya, maupun rekan-rekannya dilorong.
“Biasanya kami lakukan pengawasan maupun razia kepada siswa jika sudah ada yang ditemukan menggunakan narkoba dan obat-obatan lainnya. Untuk mengetahui siswa menggunakan narkoba dan obat terlarang lainnya bisa diketahui seperti mengantuk pada saat belajar, sering bolos dan lompat pagar,” tambahnya.
Mansur menegaskan, pihak sekolah sudah melakukan langkah-langkah agar peserta didik tidak melakukan perbuatan yang menyimpang melalui guru-guru yang selalu memberitahukan kepada mereka untuk menghindari pergaulan yang mengarah untuk berbuat yang tidak-tidak.
“Perlakuan menyimpang siswa menggunakan obat-obatan terlarang menurut saya lebih besar terjadi diluar sekolah. Karena biasanya mereka lakukan pada saat pulang sekolah atau hari-hari libur,” tutupnya. (m3/c/jie)

To Top