Perangi Narkoba di Sekolah, Dikbud Perlu Tingkatkan Pengawasan – Berita Kota Kendari
Beranda

Perangi Narkoba di Sekolah, Dikbud Perlu Tingkatkan Pengawasan

La Tifu (Rull- bkk)KENDARI, BKK- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari meningkatkan pengawasan di semua sekolah, untuk mencegah peredaran Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di kalangan pelajar dan siswa.

Pasalnya, banyak ditemukan pengguna Narkoba yang teridentifikasi tiap tahunnya berasal dari kalangan pelajar dan siswa, dimana berdasarkan data Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) telah mencatatat 38 pelajar positif sebagai pengguna sejak Januari hingga April 2016.
“Untuk mencegah bertambahnya korban dikalangan pelajar, Dikbud harus segera lakukan langkah-langkah,” ujar Anggota Komisi III La Tifu ditemui di rumahnya, Minggu (1/5).
Hal ini perlu dilakukan, lanjut dia, mengingat pelajar merupakan generasi penerus bangsa. Untuk itu Dikbud perlu melakukan beberapa hal diantaranya meningkatkan pengawasan dan melakukan sosialisasi bahaya Narkoba dengan melibatkan semua pihak, termaksud orang tua siswa. Targetnya, agar lebih efisien serta tepat sasaran.
“Orang tua siswa perlu dilibatkan dalam sosialisai sebab kontrol guru hanya ketika siswa berada di sekolah, selebihnya akan menjadi tanggung jawab orang tua,” terangnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Dikbud Makmur SPd MPd menerangkan, untuk pencegahan peredaran Narkoba di kalangan pelajar, pihaknya telah memiliki beberapa program yang akan dilakukan.
“Dalam rangka pencegahan, pertama-tama kita akan lakukan tes urine terebih dahulu, yang akan kita lanjutkan dengan sosialaisai. Untuk mengefektifkan program ini, kita juga akan membentuk tim yang tugasnya melakukan pengawasan secara rutin disemua sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Murniaty juga menerangkan, 38 pelajar yang diketahui positif menggunkan Narkoba hanya diberikan hukuman wajib lapor (assesment), yaitu selama tiga bulan penuh wajib tiap minggunya datang untuk melakukan tes urin. Karena tidak ada dari pelajar yang menjadi kurir atau pengeder melaikan hanya coba-coba.
“Kita berikan hukuman assesment selain untuk memberikan efek jerah bagi para pelajar, juga untuk mengetahui perkembangan mereka tiap minggu, dengan harapan dari yang tadinya candu bisa menjadi tidak candu,” terangnya. (m2/c/jie)

To Top