Pencarian Oknum Anggota DPRD Muna Masih Nihil – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Pencarian Oknum Anggota DPRD Muna Masih Nihil

LM Yusuf Hambat P-21 Bekas LM Falihi

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berusaha mencari dan menangkap oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna LM Yusuf, namun sayang tak kunjung membuahkan hasil.

Hingga kini politikus partai Nnasional Demokrat (NasDem) Muna itu tidak berani memunculkan batang hidungnya di depan penyidik, untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus illegal logging yang menyeret saudaranya sendiri, LM Falihi.

Yusuf telah dipanggil dua kali, namun masih terus mangkir. Menyusl hal itu, penyidik tindak pidana tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra menerbitkan surat perintah membawa atau penjemputan paksa.

Sayangnya, sudah beberapa bulan pencarian, hasilnya masih tetap nihil. Bahkan, seluruh keluarga LM Yusuf pun mengaku tidak mengetahui keberadaannya.

Sebenarnya penyidik sudah sempat ke Jakarta tempat dimana LM Yusuf dikabarkan berada. Sayangnya kepolisian pulang tanpa membawa hasil apa-apa.

“Kami sudah cari di kantornya, di rumahnya dan menanyakan kepada istrinya semuanya belum ada hasil,” kata Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (1/5).

Bahkan, tambah dia, petugas telah mendatangi di kantor dan di rumahnya dua kali, tetapi Yusuf tidak ditemukan. Kendati demikian, Dolfi yakin, cepat atau lambat Yusuf pasti akan akan dihadirkan di hadapan penyidik.

“Surat perintah membawanya suda diterbitkan. Tapi Yusuf belum diketahui keberadaannya. Masa dipanggil sebagai saksi malah tidak hadir. Pernah juga ditunggui di kantornya, tapi menurut informasi Yusuf ada. Menurut informasi lama Yusuf tidak berkantor,” terang perwira polisi dengan satu melati di pundak ini.

Diketahui, pemeriksaan Yusuf bertujuan untuk menanyakan faktur angkutan kayu olahan (FAKO) milik CV Apri Setiawan yang digunakan tersangka LM Falihi untun bisnis kayu. Fako tersebut ditanda tangani Yusuf sebagai direktur dan pimpinan perusahaan.

Itu merupakan permintaan jaksa sebagai syarat pelengkapan berkas perkara tahap satu Falihi. Karena, sebelum jaksa mengembalikan berkas Falihi karena dianggap belum lengkap atau P-19.

Kasus itu bemula dari penangkapan kayu enam kontainer milik LM Falihi. Kayu yang ditaksir berjumlah ratusan meter kubik tersebut ditangkap di Baubau. Selain itu, ada juga sekitar 10 kubik yang dimuat dalam dua mobil truk yang ditangkap di Kecamatan Maligano Kabupaten Muna.

Kayu milik Falihi ditangkap tim khusus (Timsus) Ditreskrimsus Polda Sultra. Falihi dijerat pasal 83 ayat (1) jo pasal 12 ayat (1) huruf d Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemeberantasan perusakan, dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara.(kas)

Click to comment
To Top