Mendaftar Kada, Demokrat Patok “Mahar” Rp 20 Juta – Berita Kota Kendari
Suksesi

Mendaftar Kada, Demokrat Patok “Mahar” Rp 20 Juta

LM Rajiun Tumada

LM Rajiun Tumada

Demokrat Baru Rajiun yang Bayar Uang Pendaftaran

Laworo, BKK- Sebanyak 4 figur politik Kabupaten Muna Barat (Mubar) resmi bersaing memperebutkan pintu Partai Demokrat untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

Demokrat pada Sabtu (30/4) telah menutup jadwal pengembalian formulir pendaftaran bakal calon (balon) bupati dan balon wakil bupati (wabup).

Ketua Panitia Penjaringan Partai Demokrat Mubar La Ode Abdul Gamal memaparkan, tercatat lima orang sudah menyerahkan formulir pendaftaran.

Empat di antaranya mendaftar untuk balon bupati, yaitu, LM Rajiun Tumada, La Nika, LM Taufan Alam, dan Rahmawati Badala.

Seorang lagi, La Ode Abdul Gamal, mendaftar untuk balon wabup.

Rajiun saat ini sedang menduduki kursi Penjabat (Pj) Bupati Mubar, La Nika mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) asal Golkar, Taufan Alam sementara duduk di kursi DPRD Sultra utusan Demokrat, lalu Rahmawati Badala adalah Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Mubar.

Rajiun lebih dahulu menyetor formulir pendaftaran, tepatnya Jumat (22/4).

Ia mengambil formulir sehari sebelumnya, Kamis. Pendaftaran resmi dibuka sejak Rabu (20/4). Hari pertama tidak ada yang mendaftar.

Tiga figur lainnya baru mengembalikan formulir pendaftaran di hari terakhir, Sabtu lalu.

Taufan tiba di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Mubar sekira pukul 10.30 Wita bersama iring-iringan kendaraan kurang lebih 30 unit. Kebanyakan pengiring adalah pengurus Demokrat kabupaten induk, Muna.

Selanjutnya, La Nika hanya ditemani istrinya, sedangkan Rahmawati Badala cuma didampingi sopir pribadinya.

Ketua Panitia Penjaringan La Ode Abdul Gamal mengatakan, semua calon yang mengambil formulir sudah mengembalikan berkas.

“Sayangnya ada satu kekurangan yang belum dilengkapi, yaitu, belum menyetor uang pendaftaran,” ungkapnya.

“Baru Rajiun dan saya sendiri yang telah menyetor uang pendaftaran.”

Gamal menyebut, sesuai aturan yang disepakati di internal partai, uang pendaftaran balon bupati Rp 20 juta dan balon wabup dibebani Rp 10 juta.

“Panitia akan menunggu sampai 2 Mei. Bila sampai waktu itu belum membayar berarti berkasnya tidak lengkap,” ujarnya.

“Berkasnya tidak akan kita kirim. Kami anggap tidak mendaftar.”

Sesuai mekanisme, jelas Gamal, semua pendaftar yang dinyatakan lengkap berkas dikirim ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Sultra.

Di Kendari, balon bupati dikerucutkan menjadi 2 orang untuk dikirim ke pusat. Jakarta akan menelurkan satu di antaranya untuk diusung.

Diketahui, Demokrat menduduki 2 dari 20 kursi legislatif di daerah otonomi baru (DOB) pemekaran Kabupaten Muna ini. (iis/pas)

To Top