Konflik Internal Golkar Kian Runcing – Berita Kota Kendari
Headline

Konflik Internal Golkar Kian Runcing

Muh Oheo Sinapoy

Muh Oheo Sinapoy

KENDARI, BKK – Di tengah upaya merekatkan kubu Abu Rizal Bakrie dan Agung Laksono melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar, pengurus Partai Golkar di Sulawesi Tenggara justru semakin memperuncing polemik.

Pemecatan tiga kader Golkar versi AL oleh Golkar versi ARB lah yang menjadi pemicunya. Seperti diketahui, tiga kader Golkar versi AL, yakni Tahir Kimi, Rizal dan Mudin Musa telah dipecat oleh DPP Partai Golkar, beberapa waktu lalu.
Ketua DPD Golkar Sultra versi Agung Laksono, Oheo Sinapoy pun angkat bicara. Menurut Oheo, pemecatan tiga kader ini, tidak terlepas dari peran Ketua DPD Golkar Sultra versi ARB, Ridwan Bae.
“Saya tidak salahkan Pak ARB yang menandatangani SK pemecatan itu. Tapi, yang patut disalahkan di sini adalah yang mengusulkan, yakni Ridwan Bae. Dia itu tidak paham berorganisasi,” kata Oheo kepada Berita Kota Kendari, Minggu (1/5).
Menurut Oheo, saat ini Golkar tengah menuju rekonsiliasi dengan harapan mempersatukan kekuatan Golkar yang sempat tercerai-berai. Seluruh perbedaan kubu akan kembali disatukan melalui Munaslub yang rencananya digelar Mei ini.
Karena itu, dia sangat menyayangkan upaya rekonsiliasi ini harus dinodai dengan pemecatan tiga kader Golkar Sultra tersebut. “Kenapa harus memecat kader. Harusnya, proses rekonsiliasi ini yang kita kedepankan, bukan pecat-memecat,” katanya.
Itu pun, tiga kader yang dipecat disebutnya sebagai orang-orang yang tidak tahu masalah. Untuk itu, ia menilai Ridwan hanya membuat malu partai dan bersifat kekanak-kanakan.
“Yang dia pecat itu keroco-keroco. Kader yang tidak tahu apa-apa. Kalau dia berani, pecat saya saja yang selama ini membawa kubu Agung di Sultra,” katanya berang.
“Ini bukan politik kelas cemen. Pemecatan itu, berkelas kecamatan,” tambahnya.
Oheo mengaku selama ini hanya memilih diam menyikapi pemberitaan terkait konflik Golkar yang terjadi di Sultra di media. Sebab ia tahu berharap bahwa kepengurusan ARB-Idrus Marham dikembalikan bersamaan dengan seluruh pengurusnya di provinsi.
“Sebenarnya, saya yang bertanggung jawab dalam masalah ini. Karena, saya juga yang bawa gerbong Agung di Sultra. Sehingga, pemecatan kader itu tidak benar oleh Ridwan,” ungkapnya.
Agar persoalan ini tidak melebar, Oheo telah berkomunikasi dengan Agung Laksono maupun ARB. “Saya juga sedang memperjuangkan bertemu dengan Mahkamah Partai Golkar terkait nasib kader yang dipecat. Sebab, saya yang harus bertanggung jawab pada persoalan ini,” katanya.
Sebelumnya, DPP Golkar resmi memecat tiga kadernya di Sulawesi Tenggara (Sultra). Tiga kader beringin yang bernasib apes itu adalah Mudin Musa, Tahir Kimi dan Rizal SH. Ketiganya, dianggap melawan partai dalam konflik dualisme kepengurusan kemarin.
Dikonfirmasi melalui telepon selulernya soal ini, Ridwan Bae belum memberikan penjelasan hingga berita ini diturunkan. (pas/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top