Kafe Remang-Remang Kendari Beach Rawan HIV/AIDS – Berita Kota Kendari
Beranda

Kafe Remang-Remang Kendari Beach Rawan HIV/AIDS

KENDARI, BKK – Kendari Beach (Kebi) sebagai tempat wisata kuliner yang dicanangkan Wali Kota Kendari ternyata rawan penularan HIV/AIDS. Pasalnya, ditempat ini selain menjajakan makanan khas daerah, juga menjajakan minuman keras (miras) dan hubungan sex (prostitusi).

“Kalau kita lihat, tenda remang di Kebi itu sebenarnya sangat rawan untuk penularan HIV Aids karena di sana terjadi praktek prostitusi,” ujar salah satu pengamat sosial Kota Kendari, Khabirun SSos MSos ditemui di rumahnya, Minggu (1/5).
Melihat kondisi ini, lanjut dia, seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari bisa mengambil sikap tegas, bukan membiarkannya dan seperti buang handuk. Karena kondisi ini telah bertahan sebelum Kebi menjadi tempat wisata kuliner dan sangat memprihatinkan.
“Kalau Pemkot dan DPRD sungguh-sungguh, persoalan ini sebenarnya perkara mudah, karena mereka penentu kebijkaan, tapi karena tidak makanya bertahan sampai saat ini,” sindirnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari Maryam Rufiah juga menambahkan, kondisi yang terjadi di Kebi memang cukup rentan terhadap penularan HIV Aids sebab salah satu cara penularan virus ini dengan melakukan hubungan sex secara bebas atau bergonta ganti pasangan.
“Kota Kendari itu rawan HIV dan masalah ini ibarat gunung es di tengah kota. Kalau yang terdeteksi lima orang berarti yang terselubung sudah 15 orang, olahnya itu peran semua pihak sangat penting untuk mengantisipasih penyebarannya,” imbuh Maryam.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Kota Kendari Samsudin Rahim mengatakan, persoalan tenda remang di Kebi sebenarnya telah menjadi perhatian DPRD, hanya saja upaya yang dilakukan tidak mendapatkan respon Pemkot, sebagai lembaga eksekutif yang memiliki kewenangan penuh atas persoalan tersebut.
“Kita hanya sebatas rekomendasi dan yang menjalankannya adalah Pemkot, jadi kalau sampai saat ini persoalan Kebi belum selesai itu karena Pemkot belum serius,” tangkisnya.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Kendari Nahwa Umar juga mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan izin atas pelaku usaha yang ada di Kebi, yang nantinya akan dilanjutkan dengan evaluasi.
“Kalau memang terbukti lapak untuk wisata kuiliner yang di sewakan pada pelaku usaha digunakan tidak sesuai fungsinya, maka izin usahanya akan kita cabut dan kita ganti dengan yang lain,” pungkasnya. (m2/b/jie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top